Sering Tangkapi Militan Islam, Dua Tokoh Intel Pakistan Ditembak Hingga Mati di Tepi Jalan

Oleh:

|

Kategori:

Militer Pakistan sedang menggotong peti jenazah anggota intelejen Pakistan yang dibunuh TTP, pada 4 Januari 2023. [Foto : Daily Pakistan]

PUNJAB (Arrahmah.id) — Dua petugas dinas intelijen Pakistan ditembak mati oleh pria bersenjata di pinggir jalan. Kedua intel tersebut ditembak mati di luar sebuah restoran pinggir jalan di timur Pakistan, sebagaimana dilansir Al Jazeera (4/1/2023).

Murtaza Bhatti, seorang perwira polisi senior di Distrik Khanewal, Provinsi Punjab, mengatakan bahwa pembunuhan itu terjadi pada Selasa (3/1).

Bhatti menuturkan, pembunuhan tersebut ketika kedua intel sedang memarkirkan kendaraan mereka.

Al Jazeera melaporkan, sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan kedua intel tersebut.

Keduanya dilaporkan sering menangkap anggota kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dan kelompok militan Islam lainnya. Mereka juga dikenal karena keahliannya dalam menyelidiki dan memecahkan kasus-kasus rumit, termasuk serangan senjata dan bom di Pakistan.

Sejumlah pejabat mengatakan, salah satu intel yang tewas adalah Direktur Departemen Kontraterorisme di Provinsi Punjab. Dia memainkan peran kunci dalam menangkap anggota TTP.

Dalam beberapa bulan terakhir, TTP meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan setelah secara sepihak mengakhiri gencatan senjata dengan Pemerintah Pakistan pada November 2022.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif mengatakan pada Senin (3/1) bahwa gelombang serangan kelompok militan baru-baru ini di Pakistan berasal dari TTP yang bersembunyi di Afghanistan.

Dia meminta penguasa Taliban untuk menghentikan TTP memanfaatkan wilayah Afghanistan untuk menyerang di Pakistan.

Pada Selasa, Juru Bicara Taliban Afghanistan Zabihullah Mujahid mengatakan, Kabul menginginkan hubungan baik dengan semua negara tetangganya, termasuk Pakistan. Namun, dia juga meminta Islamabad menahan diri untuk tidak membuat pernyataan provokatif yang bisa menimbulkan ketidakpercayaan.

“Imarah Islam Afghanistan menghargai perdamaian dan stabilitas di negaranya, menginginkan perdamaian dan stabilitas di seluruh kawasan dan melanjutkan upayanya dengan cara ini,” kata Mujahid.

Dia menambahkan, Taliban mencoba yang terbaik untuk memastikan bahwa wilayah Afghanistan tidak digunakan untuk melawan Pakistan atau negara lain. (hanoum/arrahmah.id)