Memuat...

Suriah Panggil Dubes Yordania Soal Serangan Udara Mematikan di Daraa

Hanoum
Jumat, 30 Oktober 2026 / 20 Jumadilawal 1448 05:17
Suriah Panggil Dubes Yordania Soal Serangan Udara Mematikan di Daraa
Para pelayat membawa jenazah salah satu dari lima anggota keluarga, termasuk tiga anak, selama pemakaman mereka di Al-Tuff di provinsi Daraa, Suriah selatan, setelah mereka tewas dalam serangan udara Yordania. [Foto: AP]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Kementerian Luar Negeri Suriah memanggil Duta Besar Yordania, Sufian al-Qudah, pada Rabu (28/10/2026) dan menyerahkan nota protes resmi atas serangan udara Yordania di Provinsi Daraa, Suriah selatan, yang menurut Damaskus menewaskan tujuh warga sipil, termasuk tiga anak. Serangan itu terjadi Senin malam dan melukai tiga orang lainnya. Pemanggilan ini terjadi sehari setelah kedua negara sepakat membentuk komite keamanan bersama.

Dilansir Anadolu Agency (28/10/2026), Suriah memanggil duta besar itu berdasarkan pernyataan departemen media kementerian yang dikutip kantor berita SANA, dan menyebut serangan itu pelanggaran kedaulatan yang dilakukan tanpa koordinasi dengan Damaskus. Kementerian menyebut serangan menyasar “situs sipil” di Daraa. Menurut Direktorat Kesehatan Daraa, korban tewas terdiri dari tiga anak, satu perempuan, dan tiga laki-laki, salah satunya lanjut usia.

Yordania punya versi berbeda. Militer Yordania mengatakan operasi itu menyasar kelompok yang terkait serangan Jumat terhadap pelayat di sebuah gereja di Provinsi Karak, Yordania selatan, yang menewaskan sembilan orang.

Juru bicara pemerintah Yordania, Mohammad al-Momani, mengatakan pada Selasa bahwa serangan itu menewaskan lebih dari 20 anggota kelompok militan Islamic State (ISIS) dan menghancurkan gudang senjata besar. Belum ada kelompok yang dipastikan bertanggung jawab atas serangan gereja itu, meski otoritas Yordania mengaitkan pelakunya dengan militan di seberang perbatasan di Suriah.

Jalur diplomasi sempat terbuka sebelum pemanggilan. Dalam panggilan telepon Selasa malam, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi menyampaikan penyesalan mendalam dan belasungkawa kepada rakyat Suriah. Safadi dan mitranya, Asaad al-Shaibani, sepakat membentuk komite keamanan bersama untuk menyelidiki serangan itu dan memperkuat koordinasi intelijen demi melindungi warga sipil. Safadi menyebut operasi itu berdasar intelijen soal ancaman teroris yang akan terjadi, sambil menegaskan penghormatan atas kedaulatan Suriah.

Ketegangan sempat merembet ke perbatasan. Otoritas Suriah membuka kembali perlintasan Nasib dengan Yordania setelah kedua negara menegaskan komitmen mengatasi ketegangan dan mencegah eskalasi. Pada Selasa, Damaskus menutup perlintasan itu sebagai respons atas serangan. (hanoum/arrahmah.id)