AS kembali lakukan patroli gabungan dengan pasukan Kurdi di Suriah

Oleh:

|

Kategori:

Pasukan AS di Suriah. (Foto: Internet)

HASSAKAH (Arrahmah.id) – Pasukan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (3/12/2022) melanjutkan patroli bersama dengan pasukan pimpinan Kurdi di Suriah timur laut beberapa hari setelah patroli dihentikan di tengah ancaman Turki akan serangan darat ke negara yang dilanda perang itu.

Sebuah patroli yang terdiri dari empat kendaraan lapis baja Amerika dan satu untuk Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS terlihat meninggalkan pangkalan AS di dekat kota timur laut Rmeilan di provinsi Hassakah. Patroli itu bergerak ke timur laut menuju pangkalan AS lainnya di dekat perbatasan dengan Irak, lansir Zaman Alwasl.

Pada Selasa, komandan tertinggi SDF, Mazloum Abdi, mengatakan kepada wartawan bahwa operasi bersama kelompok itu bersama koalisi internasional pimpinan AS untuk melawan ISIS telah “dihentikan sementara” karena serangan udara Turki baru-baru ini.

Para pejabat AS mengatakan patroli yang dilanjutkan Sabtu bukan untuk melawan militan ISIS tetapi akan terbatas pada area di sekitar kamp yang menampung puluhan ribu wanita dan anak-anak yang sebagian besar terkait dengan ISIS serta penjara tempat SDF menahan ribuan militan.

Turki telah melancarkan rentetan serangan udara terhadap sasaran yang diduga militan di Suriah utara dan Irak dalam beberapa hari terakhir, sebagai pembalasan atas serangan 13 November yang mematikan di Istanbul, yang disalahkan Ankara pada kelompok Kurdi. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengancam serangan darat, tanpa menentukan kapan akan diluncurkan.

Kelompok Kurdi membantah terkait dengan pengeboman Istanbul yang menewaskan enam orang dan melukai puluhan lainnya.

Tidak ada pasukan atau personel AS yang telah terkena salah satu serangan. Tapi pada 26 November, militer AS mengatakan dua roket menargetkan pasukan koalisi pimpinan AS di pangkalan-pangkalan di kota Shaddadeh, timur laut Suriah. Tidak ada cedera atau kerusakan pada pangkalan.

SDF merebut sebidang tanah terakhir dari ISIS pada Maret 2019, menandai kekalahan ISIS yang pernah menguasai sebagian besar Suriah dan Irak. Pejabat SDF memperingatkan bahwa serangan Turki merusak perang melawan ISIS, yang sel tidurnya masih melakukan serangan mematikan.

Ada sekitar 900 pasukan AS di Suriah, termasuk di utara dan lebih jauh ke selatan dan timur. (haninmazaya/arrahmah.id)