BAGHDAD (Arrahmah.id) -- Pemerintah Irak mengumumkan penarikan penuh pasukan militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dari seluruh wilayah federal negara itu. Penarikan ini menandai perubahan besar dalam kehadiran militer asing sejak koalisi internasional melancarkan kampanye untuk memerangi kelompok militan Islamic State (ISIS).
Dalam pernyataan resmi Komisi Militer Tinggi Irak, seperti dilansir Asharq al Awsat (18/1/2026), semua penasihat militer dan personel pendukung AS telah meninggalkan pangkalan militer utama di wilayah federal, termasuk Pangkalan Udara Ain al-Asad di Provinsi Anbar di barat negara itu, dan fasilitas lain yang sebelumnya menjadi basis kekuatan koalisi.
“Kami mengumumkan hari ini bahwa semua lokasi strategis kini berada di bawah kendali penuh pasukan keamanan Irak,” demikian bunyi pernyataan komisi yang bertugas mengakhiri misi koalisi pimpinan AS di Irak.
Penarikan ini merupakan implementasi kesepakatan bilateral antara Baghdad dan Washington pada 2024, yang menetapkan bahwa kehadiran militer AS dan koalisi akan berakhir di wilayah federal Irak pada akhir 2025, dengan pengecualian untuk wilayah otonom Kurdistan di utara negara yang memiliki aturan sendiri.
Langkah terbaru tersebut mencerminkan perubahan mendasar dalam peran militer AS di Irak, yang dimulai pada 2014 ketika pasukan koalisi internasional membantu pasukan Irak merebut kembali wilayah yang sempat dikuasai kelompok ISIS. Sementara ISIS secara teritorial kalah pada 2017 di Irak, sisa sel-sel aktif masih beroperasi di beberapa zona terpencil.
Para pejabat Irak mengatakan bahwa penarikan penuh memungkinkan pasukan keamanan nasional mengambilalih kendali atas infrastruktur strategis, dan bahwa kerja sama dengan AS akan berlanjut melalui kerangka kemitraan keamanan jangka panjang, termasuk pelatihan, dukungan logistik, dan operasi bersama dalam menanggulangi ancaman teror lintas perbatasan.
Sementara sebagian pasukan AS lainnya tetap ditempatkan di wilayah Kurdistan Irak dan Suriah untuk misi anti-ISIS tertentu, penarikan dari wilayah federal menandai berakhirnya salah satu bab penting dalam sejarah hubungan militer kedua negara.
Hingga kini, pihak Pentagon dan Kedutaan Besar AS di Baghdad belum mengeluarkan komentar resmi mengenai rincian teknis penarikan atau jumlah personel yang tersisa di luar wilayah federal Irak. (hanoum/arrahmah.id)
