KABUL (Arrahmah.id) - Menteri Luar Negeri Imarah Islam Afghanistan, dalam pertemuan dengan para diplomat asing, perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, dan beberapa organisasi internasional di Kabul, mengutuk agresi Pakistan terhadap wilayah Afghanistan.
Amir Khan Muttaqi, dalam pertemuan tersebut, merujuk pada serangan militer Pakistan di wilayah Afghanistan dan menekankan bahwa Imarah Islam berkomitmen untuk menyelesaikan masalah melalui pemahaman, dialog, dan saling menghormati, tetapi menganggap membela wilayah negara dari agresi apa pun sebagai hak sah Afghanistan.
Ia mengatakan: “Kita menghadapi perang yang dipaksakan, dan tindakan defensif kita dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan dengan fokus pada target militer. Target kita adalah pusat-pusat dari mana tindakan dilakukan terhadap Afghanistan, dan operasi kita adalah tanggapan terhadap tindakan tersebut.”
Dalam bagian lain dari pernyataannya, Muttaqi mengatakan bahwa Pakistan telah menginvasi wilayah Afghanistan dengan dalih TTP. Menurutnya, para jenderal Pakistan justru mengacaukan kawasan tersebut alih-alih menyelesaikan tantangan internal mereka, lansir Tolo News (10/3/2026).
Menteri Luar Negeri negara itu juga mengkritik perlakuan buruk terhadap migran Afghanistan, tekanan pada perdagangan, dan tuduhan Pakistan terhadap Afghanistan.
Muttaqi menambahkan: “Rezim militer Pakistan bergantung pada asumsi yang salah bahwa mereka dapat mencapai tuntutan mereka melalui tekanan. Mereka tanpa ampun mendeportasi migran Afghanistan dari Pakistan, memblokir jalur perdagangan dan transit, menyebarkan propaganda tanpa dasar terhadap rakyat Afghanistan di forum internasional, dan bahkan telah melanggar kedaulatan Afghanistan. Saya menekankan bahwa mereka harus mempertimbangkan kembali perhitungan mereka.”
Sementara itu, Dewan Pengungsi Norwegia di Afghanistan menyatakan keprihatinan atas bentrokan yang sedang berlangsung dan menyerukan kepada Kabul dan Islamabad untuk mengakhiri ketegangan.
Robert Inzikoa, penjabat kepala Dewan Pengungsi Norwegia di Afghanistan, mengatakan: “Menyusul peningkatan bentrokan baru-baru ini antara Afghanistan dan Pakistan, sejumlah orang telah mengungsi di dalam Afghanistan. Kami hadir di daerah tersebut kemarin dan selama beberapa hari terakhir kami telah menilai kebutuhan masyarakat. Selain itu, kami sangat menyerukan agar bentrokan ini dihentikan. Warga sipil tidak boleh menjadi sasaran.”
Menteri Luar Negeri Afghanistan juga menyatakan keprihatinannya tentang situasi regional, menyatakan bahwa serangan baru-baru ini terhadap Iran dan peningkatan ketegangan antara Iran dan beberapa negara Teluk telah menimbulkan ancaman terhadap keamanan regional. (haninmazaya/arrahmah.id)
