Bagaimana Cara Untuk Menyangkal Talafiyoon Dalam 10 Menit

Arrahmah Articels –  Talafiyoon adalah mereka yang menganggap diri mereka Salafiyyah tetapi mereka memerangi Mujahideen pada masa kini dan biasanya melabeli mereka sebagai Khawaarij.

Bismillahi Ar-Rahmani Ar-Rahim,

Unduh Aplikasi Arrahmah di Android

Ini adalah debat yang menarik terjadi antara aku dan Talafiyoon (yaitu seseorang yang menyatakan dirinya untuk menjadi Salafi, sekalipun begitu ia belumlah bisa dikatakan sebagai salafi).

Aku: Mengapa kamu memanggil kami khawarij, sekalipun kami tidak memanggil mereka yang melakukan Kabaer (yaitu dosa-dosa besar) sebagai Kuffar? Kami hanya memanggil mereka yang jatuh kepada kekufuran sebagai, Kuffar, setelah melihat ke dalam kondisi-kondisi dan pencegahan untuk melakukan Takfeer.

Dia: Karena kamu memanggil para penguasa sebagai Kuffar dan memberontak melawan mereka, dan ini persis dengan aqeedah Khawarij.

Aku: Hal ini omong kosong temanku, karena kamu melihat para penguasa sebagai orang suci yang tidak bisa jatuh kepada kekufuran.. katakan padaku kalau gitu, apakah para penguasa itu manusia biasa yang boleh jadi tidak mengimani ALlah pada setiap waktu?

Dia: Ya dia adalah manusia biasa… tetapi membuat aturan dengan hukum buatan manusia bukanlah kekufuran yang besar, tapi kamu membuatnya seolah itu merupakan kufur akbar.. dan ini adalah Aqeedah Khawarij.

Aku: Baiklah, tidak mengapa.. Apakah kamu menganggap Sheikh Muhammad bin Ibrahim (ra) sebagai ulama yang masyhur?

Dia: Ya, beliau adalah ulama yang masyhur, beliau adalah Sheikhnya Ibn Bazz.

Aku: Apakah kamu tahu bahwa dalam pesannya : “Kerugian hukum buatan manusia untuk pengadilan” beliau berkata bahwa membuat aturan dengan hukum buatan manusia adalah Kufur Akbar, dan ini adalah jenis yang terburuk dari semua 6 jenis yang disebutkannya?.. juga ketika dia ditanya tentang Turkey, dia mengatakan sebagai negara kafir karena aturan hukumnya buatan manusia, dan beliau mengeluarkan Fatwa tentang kewajiban Hijrah dari Turkey.

Dia: Ya aku tahu, tetapi dia adalah orang yang melakukan kekeliruan, dan Ibn Bazz menyangkal beliau.

Aku: Keliru atau benar, itu bukanlah masalah di sini, yang menjadi masalah di sini adalah: Mengapa kamu tidak memanggilnya sebagai khaariji (penganut Khawarij) bukankah dia mempercayai bahwa apa yang dilakukan para penguasa sekarang adalah Kufur Akbar? Untuk tambahan informasi bagimu juga, ini adalah Aqeedah dari ibn Uthimeen. Sebagaimana yang beliau sebutkan di dalam bukunya : “Interpretasi dari tiga rukun” di mana para penguasa masa kini yang membuat aturan dengan hukum manusia menghalalkan apa yang haraam, oleh karenanya itu termasuk Kufur Akbar.

Juga saat beliau ditanya di dalam bukunya: “Fiqih Ibadah” tentang menghalalkan hukum non-Islam.. beliau mengatakan itu merupakan Kufur Akbar.

Ya, beliau berubah kemudian.. tapi bisakah kamu mengatakan bahwa dia Kharijii saat itu??

Mengapa kamu tidak menerimanya paling tidak sebagai persoalan ijtihaad?

Dia: Ok, baiklah.. tetapi kami memanggilmu Khawarij karena kamu memberontak melawan para penguasa.

Aku: SubhanAllah.. ini adalah konsekwensi normal untuk mempercayai bahwa para penguasa adalah Kuffar.. tapi kamu harus tahu bahwa Ibn Taimiyah (ra) berkata bahwa tidak semua orang yang memberontak melawan penguasa dianggap sebagai Fasiq, tetapi hal  tersebut adalah masalah Ijtihaad.. Beliau mengatakan hal ini di bagian akhir dari seri Fatawa beliau, dan hal tersebut merupakan komentar atas perang yang terjadi antara Mu’awiyah (ra) dan Ali (ra).. bukankah mereka berdua adalah para sahabat.. Jadi apakah kamu memanggil Mu’awiyyah sebagai Khaarijii?? atau apakah kamu memanggil Ibn Al-Zubair (ra) yang memberontak melawan Yazid adalah seorang Khaariji?? Juga Al-Hussain (ra).. beliau melepaskan diri dari Yazid, apakah dia Khaariji?

Mengapa kamu tidak memanggil Saeed bin Jubair (ra) dan Al-Sha’bi (ra) sebagai Khawarij?? Mereka melakukan Takfeer kepada Al-Hajaaj dan memberontak melawannya, itupun SELURUH Ummat setuju bahwa mereka sangat memiliki ilmu pengetahuan dan merupakan orang alim; religius.. dan Ibn Umar (raa) pernah sholat di belakang Al-Hajaaj dan memperlakukannya sebagai seorang Muslim..  

Mengapa dia tidak memanggil mereka, Khawaarij??

Dia: (Dia meninggalkan debat begitu saja dan berpaling menjauh).

 

Ar Rahmah Articels

http://www.arrahmah.com

The State of Islamic Media

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah