Banjir tak kunjung surut, ribuan warga Kudus mengungsi

Oleh:

|

Kategori:

KUDUS (Arrahmah.id) – Ribuan warga di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengungsi karena banjir yang terjadi sejak Sabtu (31/12/2023) tidak kunjung surut. Berdasarkan data yang didapatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, ada 1.076 warga yang mengungsi.

“Jika sehari sebelumnya jumlah pengungsi sebanyak 961 jiwa, hari ini (Jumat) bertambah menjadi 1.076 jiwa. Sedangkan desa terdampak sehari sebelumnya 28 desa, saat ini bertambah menjadi 30 desa,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kudus Munaji seperti dikutip Antara, pada Jumat (6/1/2023).

Munaji mengatakan bahwa data pengungsi akan terus dimutakhirkan, karena selama ini cenderung bertambah, termasuk desa yang terdampak banjir juga semakin bertambah.

Ribuan warga yang mengungsi tersebut di antaranya dari Kecamatan Mejobo ada sembilan desa yang terdampak banjir, yakni Desa Temulus, Mejobo, Payaman, Gulang, Hadiwarno, Kesambi, Kirig, Jojo, dan Golantepus.

Sementara dari Kecamatan Jati, berasal dari lima desa yang terdampak banjir meliputi Desa Jati Wetan, Tanjung Karang, Jetis Kapuan, Pasuruan Lor, dan Jati Kulon. Sedangkan dari Kecamatan Undaan ada empat desa, meliputi Desa Karangrowo, Ngemplak, Undaan Lor, dan Wates.

Untuk desa terdampak di Kecamatan Kaliwungu ada tambahan tiga desa menjadi tujuh desa, yakni Desa Setrokalangan, Kedungdowo, Blimbing Kidul, Banget, Garung Kidul, Prambatan Lor dan Gamong.

Sedangkan Kecamatan Jekulo juga ada tambahan satu desa sehingga menjadi empat desa, meliputi Desa Bulungcangkring, Bulung Kulon, Sadang, dan Gondoharum.

Meningkatnya jumlah pengungsi juga menambah tempat pengungsian menjadi 12 lokasi. Di antaranya ada yang menempati gedung DPRD Kudus, tempat ibadah, balai desa, gedung PKK, SD, serta TPQ.

Selain menggenangi permukiman penduduk, banjir juga menggenangi areal persawahan di lima kecamatan dengan total luas areal sawah mencapai 8.095 hektare.

Untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum setiap harinya, sudah disiapkan dapur umum dengan menyiapkan makan secara prasmanan serta ada yang dibungkus, terutama untuk memenuhi kebutuhan makan warga yang masih bertahan di rumah. (rafa/arrahmah.id)