Cara Mendidik Anak untuk Sabar

0 1

(Arrahmah.com) – Orang tua diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan pada anak sejak dini. Hal ini akan berguna untuk membangun karakternya dan tentu memiliki investasi jangka panjang hingga masa depannya kelak. Misalnya saja, melatih anak supaya sabar. Hal ini penting agar si kecil memiliki karakter yang baik dan bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Ya, tak hanya orang dewasa saja, tapi kesabaran merupakan salah satu sifat yang penting juga dimiliki anak-anak. Tiap anak pun tentu memiliki tingkat kesabaran yang berbeda-beda. Untuk itu, sebagai orang tua Anda perlu memiliki berbagai macam cara agar si kecil tahu pentingnya bersabar.
Lantas, menurut agama Islam, bagaimana cara mendidik anak supaya bisa jadi orang yang sabar?

Dr. Mauidlotun Nisa, Lc., S.Pd.I., M.Hum atau yang akrab disapa Ustadzah Nisa mengatakan bahwa sebelum mendidik atau melatih anak supaya dirinya bisa menjadi pribadi yang sabar, tentu orang tuanya juga harus sabar saat menyikapi perilaku anak-anaknya.

Menurutnya, tak cukup sekali atau dua kali melatih anak tentang kesabaran. Ya, ia menyarankan agar orang tua dapat menanamkan kesabaran sesering mungkin pada anak. Salah satu cara yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan memberikan pendidikan agama Islam yang baik.

“Intinya, orang tua juga harus sabar. Beri pengetahuan kepada anak tentang sabar yang dianjurkan dalam Al-Quran. Berikan pelajaran kisah-kisah nabi dan orang saleh tentang indahnya bersabar, serta hasil dari sebuah kesabaran,” ucap Ustazah yang juga menjabat sebagai Direktur Rumah Quran dan Bahasa Al-Mujtaba tersebut kepada kumparanMOM.

Doa agar Anak Diberikan Kesabaran
Setelah berbagai usaha dilakukan, orang tua juga bisa memanjatkan doa kepada Allah SWT agar keinginannya itu dapat terwujud. Ada pun beberapa doa yang dapat dipanjatkan adalah sebagai berikut.

Surat Al Baqarah Ayat 250

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
(Robbanaa Afrigh ‘Alainaa Shobron wa Tsabbit Aqdaamanaa wanshurnaa ‘Alal Qoumil Kaafiriin).

Artinya: “Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”

Surat Ali Imran Ayat 146

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
(Wallāhu yuḥibbuṣ-ṣābirīn)

Artinya: “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.”

Surat As Syura 32-33

وَمِنْ آيَاتِهِ الْجَوَارِ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ إِن يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهْرِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
(Wa min āyātihil-jawāri fil-baḥri kal-a’lām. Iy yasya` yuskinir-rīḥa fa yaẓlalna rawākida ‘alā ẓahrih, inna fī żālika la`āyātil likulli ṣabbārin syakụr).

Artinya: “Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung. Jikalau Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bagi setiap orang yang bersabar dan banyak bersyukur.”

“Butuh ikhtiar dari kita semua yang membimbingnya. Doa adalah langkah terakhir manusia. Kalau sudah memanjatkan doa, memohon kepada Allah SWT, itu artinya sudah puncak dari semua usaha kita,” tutur Ustadzah Nisa.

(*/Arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya