Diplomat “Israel”: Solidaritas Palestina Di Piala Dunia Tidak Mewakili Raja Maroko

Oleh:

|

Kategori:

Bendera Palestina yang mengiringi tim dan suporter Maroko sejak dimulainya Piala Dunia, bukti gagalnya strategi normalisasi. [Getty]

RABAT (Arrahmah.id) – Solidaritas tim sepak bola Maroko atas Palestina di Piala Dunia tidak mewakili posisi raja Maroko, kata wakil kepala misi “Israel” di Maroko kepada media “Israel”.

Eyal David, wakil kepala misi “Israel” di Maroko, mengatakan kepada radio Yedioth Ahronoth pada Ahad (11/12/2022) bahwa pengibaran bendera Palestina tidak “diperintahkan” oleh raja Maroko Mohammed VI.

“Saya bertanya kepada pejabat pemerintah Maroko, dan mereka menjelaskan kepada saya bahwa pengibaran bendera Palestina oleh tim nasional tidak mewakili kehendak raja tetapi merupakan inisiatif lokal dari salah satu pemain yang bermain di liga Saudi.” kata Eyal David dalam wawancara baru-baru ini dengan radio Yedioth Ahronoth.

Diplomat “Israel” itu mungkin merujuk Hamdallah Abderrazak karena dia adalah satu-satunya pemain tim Maroko yang bermain di Al-Ittihad Saudi. Namun, beberapa pemain Maroko terlihat memegang bendera tersebut, termasuk Abdelhamid Sabiri, yang bermain di Klub Italia Unione Calcio Sampdoria.

Komentar pejabat “Israel” itu muncul setelah media “Israel” mengartikulasikan ketidaknyamanan terkait solidaritas yang ditunjukkan Atlas Lions, mendesak pejabat Maroko untuk memberikan penjelasan.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran berita I24 Israel, penulis Prancis Georges Marc-Benamou meminta raja dan pemerintah Maroko untuk meminta maaf atas “perilaku” tim Maroko.

Bendera Palestina yang mengiringi tim dan suporter Maroko sejak dimulainya Piala Dunia, menjadi jimat keberuntungan dan bukti gagalnya strategi normalisasi.

Solidaritas atas Palestina berakar pada budaya para suporter sepak bola di Maroko.

Suporter Maroko di seluruh Kerajaan telah mengguncang stadion selama bertahun-tahun dengan nyanyian seperti “Wahai Palestina tercinta” yang dinyanyikan oleh suporter Raja Club Casablanca.

Normalisasi Rabat dengan Tel Aviv pada 2020 membuat nyanyian semakin keras setelah suporter Maroko akhirnya diizinkan kembali ke stadion awal tahun ini menyusul berakhirnya pembatasan pandemi.

Sementara itu, ratusan warga Maroko menyerukan boikot saluran olahraga TV negara Arriyadia setelah tweet pro-“Israel” tentang kemenangan Atlas Lions di Piala Dunia.

Pada Ahad (11/12), akun Twitter resmi Arriyadia mengunggah bendera “Israel” dan Maroko sebagai tanggapan atas ucapan selamat presiden “Israel” Isaac Herzog atas kualifikasi tim Maroko untuk semifinal piala dunia.

Beberapa akun Maroko dan Arab mengecam saluran tersebut karena “menodai” warisan Atlas Lions setelah mereka menunjukkan solidaritas mereka atas perjuangan Palestina.

“Tim mengibarkan bendera perlawanan sementara tweet resmi mendukung pembunuh apartheid secara pribadi,” cuit seorang pengguna Maroko di bawah tagar berbahasa arab, ‘blokir Arriyadia’.

Pada 22 Desember yang akan datang, Rabat dan Tel Aviv akan merayakan ulang tahun normalisasi hubungan mereka selama dua tahun ketika puluhan perjanjian kerja sama ditandatangani di beberapa bidang, namun atmosfer anti-normalisasi sangat terasa di jalanan Maroko. (zarahamala/arrahmah.id)