ALEPPO (Arrahmah.id) -- Sebuah serangan drone bunuh diri mengguncang pusat kota Aleppo, Suriah, pada Sabtu (10/1/2026), menargetkan gedung pemerintahan provinsi tempat gubernur dan sejumlah menteri sedang menggelar konferensi pers, menurut laporan media dan pejabat setempat.
Drone yang diyakini diluncurkan oleh Syrian Democratic Forces (SDF), sebuah faksi bersenjata yang dipimpin oleh milisi Kurdi, menabrak gedung Aleppo Governorate tak lama setelah konferensi pers yang dihadiri Gubernur Azzam al-Gharib, Menteri Informasi Hamza al-Mustafa, dan Menteri Urusan Sosial dan Tenaga Kerja Hind Kabawat, kata media pemerintah Suriah dan laporan regional.
Serangan itu, seperti dilansir Al Syarqiyah (11/1/2026), mengakibatkan kerusakan material pada bagian atas gedung, namun sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai korban jiwa.
Pihak berwenang Suriah mengecam serangan tersebut sebagai bagian dari eskalasi berbahaya oleh SDF dalam konflik yang berkecamuk di Aleppo sejak beberapa hari terakhir.
Pernyataan Aleppo Media Directorate menyebut serangan ini sebagai upaya untuk “membungkam media dan mencegah informasi sampai kepada publik.”
Serangan ini terjadi di tengah bentrokan intens antara pasukan pemerintah Suriah dan SDF di lingkungan Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh, yang telah menyebabkan ratusan ribu warga sipil mengungsi dan menambah tekanan terhadap upaya stabilisasi di kota terbesar kedua Suriah.
Pemerintah Suriah dan sekutu mereka telah melakukan operasi militer terhadap posisi SDF, sementara kedua belah pihak saling tuding atas eskalasi kekerasan.
SDF, yang didukung Amerika Serikat, belum secara terbuka mengakui atau membantah klaim keterlibatan dalam serangan drone tersebut kepada media internasional. Namun, serangan semacam ini mencerminkan meningkatnya penggunaan drone dan taktik jarak jauh dalam konflik-perang yang telah berlangsung lebih dari satu dekade di Suriah.
Pejabat lokal dan media pemerintah menekankan bahwa serangan itu menargetkan institusi sipil dan pejabat publik, dan menyatakan akan melanjutkan operasi keamanan untuk melindungi wilayah administrasi provinsi serta menanggapi ancaman yang terus berkembang di kota tersebut.
Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut dalam konflik yang sudah memakan banyak korban dan mengacaukan kehidupan sipil, serta mempertegang hubungan antara pemerintah Suriah dan kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di berbagai bagian negara itu. (hanoum/arrahmah.id)
