JAKARTA (Arrahmah.id) - Dunia Islam kembali berduka. Ulama kharismatik sekaligus Mufti Syafi’iyah di Makkah, Al-Habib Umar bin Hamid bin Abdul Hadi Al-Jailani, wafat saat berada dalam penerbangan dari Oman menuju Indonesia pada Jumat (23/1/2026).
Habib Umar mengembuskan napas terakhir di dalam pesawat sebelum mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Jenazah almarhum kemudian dimakamkan pada hari yang sama di kompleks pemakaman Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad (Habib Kuncung), Rawijati, Jakarta Selatan.
Sesepuh Rabithah Alawiyah Jakarta, Habib Muhsin bin Idrus Al-Hamid, mengonfirmasi bahwa makam Habib Umar berada di lokasi yang istimewa dan berdampingan dengan sejumlah makam ulama besar lainnya.
“Alhamdulillah jenazah almarhum Habib Umar Al-Jailani dimakamkan di dalam area Maqom Habib Kuncung, tepat di samping Habib Husein bin Umar Al-Athas (Habib Husein Gang 100),” ujar Habib Muhsin di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Keberangkatan Habib Umar ke Indonesia sejatinya untuk menghadiri agenda besar keumatan, yakni Haul KH Asrori Al-Ishaki di Pesantren Al-Fithrah, Kedinding, Surabaya. Kehadirannya sangat dinantikan oleh ribuan jemaah Al Khidmah serta para santri lintas generasi.
Habib Muhsin menilai wafatnya Habib Umar saat menjalani safar dakwah pada hari Jumat sebagai tanda kemuliaan dari Allah SWT.
“Ini bukan sekadar persoalan lokasi makam, melainkan isyarat kuat tentang persambungan ruhani, sanad keilmuan, dan kemuliaan akhlak yang selama hidup dijaga almarhum,” tuturnya.
Habib Umar Al-Jailani lahir di Hadramaut, Yaman, pada tahun 1950. Sejak usia muda, ia telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan dengan mengajar di Madrasah Al-Kharibah.
Setelah hijrah ke Makkah, ia berguru kepada sejumlah ulama besar, di antaranya Sayyid Alawi bin Abbas Al-Maliki dan Syaikh Yasin Al-Fadani.
Selama lebih dari tiga dekade, Habib Umar dikenal sebagai rujukan utama fikih mazhab Syafi’i di Makkah. Ia juga meninggalkan sejumlah karya penting, seperti At-Tadzkir wa Hajatuna Ilaiha dan Syarah Kitab Safinatun Najah, yang hingga kini menjadi bagian dari kurikulum di berbagai pesantren di Indonesia.
(ameera/arrahmah.id)
