FAO : Israel Penjajah Paling Buruk Sepanjang Sejarah

Oleh:

|

Kategori:

New York (armnews) – Badan PBB untuk urusan makanan FAO mengecam keras tindakan Israel terhadap rakyat Palestina. Ia menganggap Israel sebagai penjajah paling buruk sepanjang sejarah ummat manusia.

Delegasi FAO untuk PBB Jan Gilar menyebutkan, Israel sebagai satu-satunya Negara di dunia yang menolak tunduk pada undang-undang internasional. Situasi di Palestina saat ini sangat mengenaskan. Kondisi ini merupakan yang terburuk sepanjang sejarah penjajahan manusia terhadap manusia lainya.

Dalam pernyataan yang disiarkan salah satu televise New York kemarin (27/10), Gilar mengatakan, apa yang dilakukan Israel sekarang ini adalah siasat pendudukan militer secara illegal. Oleh karena itu, di mata PBB Israel merupakan penjajahan paling buruk sepanjang masa. Pendudukan yang dilakukan Israel menyebabkan bencana kelaparan di mana-mana disamping penganiyaan secara fisik terhadap rakyat Palestina. Namun yang menggembirakan di sana masih adanya perlawanan dari rakyat Palestina, kata Gilar mengungkapkan keoptimisanya. Tetap yang saya tidak mengerti saat ini, ungkap Gilar, bagaimana mungkin Uni Eropa bisa-bisanya bersatu dengann Israel dan AS dalam memerangi bangsa Palestina. Padahal Uni Eropa sebelumnya membatu Palestina

Yang harus dilakukan Uni Eropa saat ini adalah kembali kepada langkah semula. Karena Hamas telah didukung mayoritas rakyat pada pemilu yang diawasi langsung oleh Eropa sendiri

Lebih dari itu, situasi di Gaza dan Tepi Barat sekarang sangat buruk. Seperti laporan dari BPS Nasional Palestina menyebutkan, 65 % penduduk Tepi Barat saat ini menderita gizi buruk. Sementara di Gaza yang dihuni lebih dari 1,5 juta jiwa situasinya lebih parah lagi, akibat embargo yang terus menerus malanda bangsa yang minskin dan teraniaya ini.

Kemudian ia mengkritik peran PBB yang tidak punya daya ataupun upaya dalam menangani masalah Palesatina ini. Gila mempertanyakan eksistensi Tim Kuartet yang tidak punya kekuatan apapun kecuali hanya ngomong, ungkapnya.

Sumber: Infopalestina