Hamas Serukan Sandera Serdadu Israel dan Pemukim Yahudi

Oleh:

|

Kategori:

Nablus: Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyerukan seluruh sayap militer bersenjata di berbagai faksi perlawanan Palestina untuk melancarkan aksi balasan dengan kekuatan dan segala cara atas kejahatan penjajah Zionis Israel, khususnya serangan kekerasan di penjara padang pasir Israel di Nagef yang mengakibatkan seorang tahanan Palestina gugur setelah kepalanya tertembus depan belakang oleh timah panas Zionis Israel, Senin (22/10/2007).

Dalam pernyataan yang salinannya diterima infopalestina, gerakan Hamas meminta semua sayap militer bertindak dan dengan segala cara membebaskan tahanan Palestina yang mendekam di penjara Zionis Israel. Di antara cara yang utama adalah menyandera serdadu Israel dan pemukim Yahudi.

Hamas menghimbau pentingnya melakukan upaya dan aksi baik pada tingkat rakyat, pemerintah resmi, politik dan perjuangan sebagai bentuk solidaritas terhadap para tahanan dan mendukung mereka dengan segala cara. Terutama setelah gugurnya seorang tahanan Palestina Muhammad al Asyqar setelah kepalanya tertembus timah panas Zionis Israel.

Hamas mengecam keras kejahatan yang dilakukan penjajah Zionis Israel di penjara padang pasir Nagef. Pihaknya menyerukan kepada media massa Palestina untuk mengungkap kejahatan ini kepada masyarakat internasional.

Hamas menegaskan pentingnya menyatukan seluruh kekuatan bangsa dan rakyat demi membela para mujahidin yang mendekam di sel-sel dan terali besi Israel yang diperlakukan secara represif dan biadab oleh otoritas penjajah Israel.

Pada Senin pagi, pasukan penjajah Zionis Israel menyerbu ke penjara padang pasir Nagef sambil melakukan segala bentuk kekerasan terhadap para tahanan. Mereka menggunakan segala atat dan cara kekerasan, membakar kemah-kemah di atas kelapa para tahanan, memusnahkan barang milik para tahanan, menyerang para tahanan dengan pukulan maupun tendangan dan melepaskan tembakan api juga gas air mata ke arah para tahanan yang terisolasi. Sebanyak 250 tahanan terluka, dua di antaranya dalam kondisi kritis dan seorang lainnya koma karena tertembus kepalanya dengan timah panas. Yang disebut terakhir meninggal dunia di rumah sakit setelah para dokter gagal menghentikan pendarahan pada otaknya.

Sumber: Infopalestina