Memuat...

Hujan Rudal Iran Guncang “Israel”, Sirene Meraung dari Haifa hingga Dimona

Samir Musa
Ahad, 5 April 2026 / 17 Syawal 1447 16:20
Hujan Rudal Iran Guncang “Israel”, Sirene Meraung dari Haifa hingga Dimona
Asap mengepul dari kilang minyak yang rusak akibat serangan Iran di Haifa, “Israel”, pada 19 Maret 2026 (Reuters).

TEHERAN (Arrahmah.id) — Ketegangan memuncak ketika Iran meluncurkan gelombang serangan rudal ke wilayah “Israel” pada Ahad (6/4/2026), memicu sirene peringatan di berbagai wilayah utara hingga selatan entitas tersebut.

Komando Front Dalam Negeri “Israel” melaporkan sirene peringatan dini berbunyi di Haifa, kawasan Teluk Haifa, serta Dataran Tinggi Golan yang diduduki, setelah terdeteksi peluncuran rudal dari Iran. Warga diperintahkan segera menuju tempat perlindungan.

Media Iran, Tasnim, mengonfirmasi bahwa sejumlah rudal ditembakkan ke arah “Israel”, sementara media Ibrani melaporkan terdengarnya ledakan sangat keras di Haifa dan kawasan Krayot.

Saluran 12 “Israel” menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat rudal tersebut. Tak lama kemudian, otoritas dalam negeri mengumumkan situasi aman dan mengizinkan warga keluar dari tempat perlindungan.

Di tengah situasi tersebut, dilaporkan pula evakuasi terhadap para pekerja di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, setelah munculnya asap dari sebuah paket besar mencurigakan, meski belum ada penjelasan rinci terkait insiden tersebut.

Konfrontasi langsung antara Teheran dan Tel Aviv terus berlanjut. Militer “Israel” mengklaim telah menyerang lebih dari 120 sistem pertahanan udara dan rudal milik Iran dalam kurun 24 jam terakhir.

Namun di sisi lain, gelombang serangan balasan Iran terus mengguncang wilayah “Israel”. Pada dini hari Ahad, sirene kembali meraung di berbagai kawasan setelah dua gelombang serangan rudal diluncurkan, menyebabkan serpihan rudal jatuh di sejumlah lokasi.

Harian Haaretz melaporkan bahwa pecahan rudal Iran jatuh di area terbuka di selatan “Israel”, sementara laporan lain menyebut sebuah rudal juga jatuh di wilayah terbuka di utara.

Sebelumnya, militer “Israel” mengumumkan sirene berbunyi di Beersheba, Dimona, serta permukiman di sekitar Jalur Gaza, menyusul deteksi gelombang kedua serangan rudal Iran.

Korban Jiwa di Iran

Di Iran, dampak serangan balasan juga mulai terasa. Kepala Universitas Ilmu Kedokteran Yasuj melaporkan sedikitnya 9 orang tewas dan 8 lainnya terluka akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan “Israel” di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, Iran selatan.

Sejak 28 Februari lalu, “Israel” bersama Amerika Serikat melancarkan agresi militer terhadap Iran yang telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan luka-luka. Teheran pun terus membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah “Israel”, menandai eskalasi konflik yang kian berbahaya di kawasan.

(Samirmusa/arrahmah.id)