Memuat...

Video Viral: Tentara 'Israel' Lepas Anjing Militer Serang Warga Palestina di Masjid

Hanoum
Sabtu, 4 April 2026 / 16 Syawal 1447 13:48
Video Viral: Tentara 'Israel' Lepas Anjing Militer Serang Warga Palestina di Masjid
Tangkapan layar. [Foto: Youtube]

TEPI BARAT (Arrahmah.id) -- Sebuah video pengawasan yang baru dirilis memperlihatkan tentara "Israel" melepaskan anjing militer untuk menyerang seorang warga Palestina tak bersenjata di dalam Masjid Imam al-Shafii, Tarqumiya, wilayah barat Hebron, Tepi Barat. Insiden ini memicu kecaman luas atas dugaan pelanggaran terhadap kesucian tempat ibadah.

Rekaman tersebut menunjukkan seorang pria Palestina berada dalam kondisi tidak berdaya ketika seekor anjing militer dilepaskan ke arahnya selama operasi militer di dalam kompleks masjid. Insiden itu disebut terjadi saat pasukan "Israel" melakukan penggerebekan di kota Tarqumiya.

Arab Organization for Human Rights (AOHR) melaporkan pada Jumat (3/4/2026) bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang lebih luas di wilayah Hebron, di mana aparat "Israel" kerap melakukan penggerebekan dengan menggunakan anjing pelacak untuk mengintimidasi atau melumpuhkan warga.

Video yang beredar luas di media sosial juga memperlihatkan suasana mencekam di dalam masjid saat kejadian berlangsung, dengan korban tampak tidak mampu melawan ketika diserang.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Tepi Barat, khususnya di sekitar Hebron, yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi lokasi intensif operasi militer "Israel".

Sejumlah media internasional seperti TRT World turut menyoroti video tersebut sebagai bukti terbaru dari praktik kekerasan dalam operasi militer di wilayah pendudukan, yang kembali memicu perhatian global terhadap perlakuan terhadap warga sipil Palestina.

Pengamat menilai penggunaan anjing militer di dalam tempat ibadah berpotensi melanggar norma hukum humaniter internasional, terutama terkait perlindungan terhadap warga sipil dan penghormatan terhadap situs keagamaan dalam konflik bersenjata.

Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden kontroversial dalam operasi keamanan "Israel" di wilayah Palestina, sekaligus memperdalam ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut. (hanoum/arrahmah.id)