KABUL (Arrahmah.id) - Imarah Islam Afghanistan, menanggapi pernyataan Kuasa Usaha Kedutaan Besar AS untuk Afghanistan, Don Brown, mengatakan bahwa kontak dengan pejabat AS sedang berlangsung terkait pembebasan tahanan Amerika, dengan tujuan mencapai hasil yang memuaskan.
Hamdullah Fitrat, wakil juru bicara Imarah Islam, mengatakan: “Kontak sedang berlangsung dengan pejabat AS mengenai masalah ini agar kami dapat mencapai kesimpulan.”
Sebelumnya, Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam, mengatakan kepada Tolo News bahwa para tahanan Amerika telah ditangkap karena pelanggaran hukum.
Najib-ur-Rahman Shamal, seorang analis hubungan internasional, mengatakan: “Jika kejahatan mereka telah terbukti, mereka harus dibawa ke pengadilan sesuai dengan hukum negara kita; jika tidak, mereka harus diserahkan secara damai ke negara masing-masing atau keluarga mereka.”
Don Brown mengklaim bahwa Imarah Islam menggunakan tahanan sebagai alat tawar-menawar dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain. Ia menyerukan kepada komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban Imarah Islam dalam hal ini.
Dalam sebuah unggahan di X, Brown menulis: “Taliban terus menggunakan tahanan sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi melawan Amerika Serikat dan negara-negara lain. Komunitas internasional harus meminta pertanggungjawaban Taliban atas taktik tercela ini.”
Yusuf Amin Zazai, seorang analis politik, mengatakan: “Jika Amerika Serikat membuat klaim seperti itu, mereka harus mengklarifikasi masalah tersebut—apakah mereka telah memperoleh bukti melalui jalur diplomatik atau tidak.”
Para ahli mengatakan satu-satunya solusi untuk masalah ini terletak pada dialog diplomatik.
Aziz Maarij, seorang mantan diplomat, menyatakan: “Mereka harus datang ke meja perundingan, menerima syarat-syarat Afghanistan mengenai pembebasan warga negara mereka, dan membahas serta bertukar pandangan tentang syarat-syarat pihak lain sehingga masalah ini dapat diselesaikan.”
Hal ini terjadi setelah Adam Boehler, Utusan Khusus Presiden AS untuk Urusan Sandera, sebelumnya menulis di X bahwa Imarah Islam harus mengakhiri semua bentuk penyanderaan. Tammy Bruce, Wakil Perwakilan AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyampaikan pernyataan serupa dengan Dan Brown selama pertemuan Dewan Keamanan PBB.
Para pejabat AS sebelumnya telah mengumumkan bahwa dua warga negara Amerika, Dennis Cole dan Mahmood Shah Habibi, saat ini ditahan di Afghanistan. (haninmazaya/arrahmah.id)
