Ingin Bergabung dengan Taliban, Pemuda Muslim Tikam 3 Polisi New York

Oleh:

|

Kategori:

Trevor Bickford terluka bahunya usai ditembak karena menusuk 3 orang polisi New York. [Foto : Paul Martinka/New York Post]

NEW YORK (Arrahmah.id) — Tiga petugas polisi NYPD menjadi korban serangan seorang pria Muslim pada perayaan malam tahun baru. Diduga pelaku ingin bergabung dengan Taliban dan menginginkan mati syahid.

Dilansir Fox News (2/1/2023), dugaan itu muncul setelah polisi mendapati catatan di buku harian Trevor Bickford (19) yang berasal dari Wells.

Dalam catatan buku harian itu Trevor mengungkapkan keinginannya untuk berperang di Afghanistan dan mendesak keluarganya agar pindah agama, lalu bertobat kepada Allah sehingga dapat dibawa keluar dari api neraka.

“Untuk keluarga saya – khususnya, ibu – saya minta maaf karena tidak menjadi anak yang cukup baik,” tulis Trevor, seperti diungkapkan petugas.

Trevor kemudian menyebut saudaranya, Devon, sebagai seorang pengkhianat karena bertugas di Angkatan Darat AS.

“Untuk Devon, ada saat ketika kami dekat, tetapi waktu itu telah berlalu,” tulis Trevor.

‘Kamu telah bergabung dengan barisan musuhku. Dan untuk itu saya tidak bisa memberikan kata-kata yang baik – kembalilah kepada Allah!”

Trevor juga pernah mengatakan kepada bibinya tentang keinginan untuk berperang di Timur Tengah.

Trevor kini berada dalam penjagaan ketat polisi di sebuah rumah sakit tempat dia dirawat karena luka tembak.

Kejadian penyerangan terjadi pada perayaan tahun baru di pusat komersial New York, Times Square, Sabtu (31/12) tengah malam.

Pada malam itu Trevor menyerang petugas NYPD dengan sebuah pisau yang telah ia siapkan.

Pisau yang ia ayunkan ke arah petugas itu dikenal dengan nama Kukri, senjata khas pasukan Gurkha. Polisi berusaha melemahkan tersangka dengan cara menembak bagian bahu.

Tiga petugas terkena sabetan parang hingga berada dalan kondisi kritis, tetapi menurut Departemen Kepolisian New York saat ini ketiga petugas dalam kondisi stabil setelah mendapat perawatan.

Penyelidik mengaitkan serangan itu sebagai tindakan terorisme, tetapi tindakannya berdiri sendiri dan tidak ada ancaman yang berkelanjutan. (hanoum/arrahmah.id)