Memuat...

Investigasi Haaretz: 'Israel' Jadikan Perbatasan Gaza Tempat Pembuangan Sampah Militer

Zarah Amala
Senin, 27 Oktober 2025 / 6 Jumadilawal 1447 10:01
Investigasi Haaretz: 'Israel' Jadikan Perbatasan Gaza Tempat Pembuangan Sampah Militer
Tentara 'Israel' telah membuang sejumlah besar sampah, puing, dan puing konstruksi di Jalur Gaza. (Foto: rekaman video)

GAZA (Arrahmah.id) - Sebuah investigasi yang dilakukan oleh surat kabar 'Israel' Haaretz mengungkap bahwa tentara 'Israel' telah membuang dalam jumlah besar limbah, puing, dan sisa material konstruksi ke dalam Jalur Gaza, hanya beberapa ratus meter dari perbatasan.

Rekaman video yang diterbitkan Haaretz memperlihatkan truk-truk 'Israel' melintas dari wilayah 'Israel' menuju Gaza melalui penyeberangan Kissufim dengan muatan limbah bangunan. Truk-truk itu dilaporkan masuk sekitar 200 hingga 300 meter ke dalam wilayah Gaza, menurunkan muatan di tepi jalan, lalu kembali ke 'Israel' dalam keadaan kosong untuk diisi ulang dan dikirim kembali.

Di sisi 'Israel', ekskavator terlihat memuat kembali limbah yang sama ke truk-truk yang terus melanjutkan siklus pembuangan tersebut.

Menurut laporan Haaretz, limbah itu mencakup material bangunan, potongan logam, pipa irigasi, dan berbagai sisa lain yang ditinggalkan oleh militer 'Israel' setelah mendirikan puluhan pangkalan dan pos komando di sepanjang perbatasan selama perang terhadap Gaza.

Beberapa perwira 'Israel' mengatakan kepada Haaretz bahwa para komandan lapangan telah memutuskan untuk membuang limbah di dalam Gaza, bahkan mengizinkan truk-truk milik swasta 'Israel' untuk membuang muatan mereka di lokasi mana pun yang dianggap cocok.

“Kita akan punya gunungan sampah di depan rumah kita sepanjang hidup, di dalam Gaza,” ujar seorang tentara 'Israel' yang bertugas di dekat perbatasan. “Apa logikanya membawa ribuan ton limbah dan membuangnya hanya beberapa ratus meter dari rumah kita?”

Perwira lain mengecam praktik tersebut, menyebutnya “memalukan” dan memperingatkan bahwa bahan seperti besi dan beton yang dibuang bisa dimanfaatkan kembali oleh Hamas.

Salah satu tentara yang diwawancarai mengatakan bahwa para komandan membenarkan langkah itu dengan alasan bahwa “negara-negara asing akan segera memasuki Gaza untuk memulai rekonstruksi” dan akan menangani limbah yang ditinggalkan oleh tentara 'Israel'.

Militer 'Israel', saat dimintai tanggapan, mengklaim tidak mengetahui tindakan sebagaimana dilaporkan oleh Haaretz. (zarahamala/arrahmah.id)