Kelompok Pro-Palestina Serukan Larangan Pengibaran Bendera “Israel” Selama Piala Dunia

Oleh:

|

Kategori:

Ribuan orang “Israel” diperkirakan akan menghadiri pertandingan tersebut, dan dapat memasuki Qatar tanpa visa. (Foto: Getty)

DOHA (Arrahmah.id) – Sebuah kelompok pro-Palestina di Qatar telah menyerukan larangan bendera “Israel” selama Piala Dunia FIFA 2022 akhir bulan ini dan menyerukan para peserta untuk mengibarkan bendera Palestina sebagai gantinya.

“Kami menyerukan otoritas terkait untuk mencegah pengibaran bendera “Israel” dan menganggapnya sebagai tindakan provokatif serta elemen yang mengancam keamanan dan bertentangan dengan prinsip-prinsip rakyat Qatar,” kata sebuah pernyataan oleh kelompok Qatar Youth Against Normalization.

“Kami menyerukan kepada rakyat Qatar dan semua massa Arab untuk membawa bendera Palestina dan mengibarkannya secara luas di dalam dan di sekitar stadion, di jalan-jalan dan di atas mobil dan rumah selama berlangsungnya Piala Dunia,” tambah kelompok itu.

Penyelenggara turnamen belum menanggapi kampanye tersebut.

Sementara Qatar dan “Israel” tidak memiliki hubungan diplomatik formal, akan tetapi warga “Israel” akan diizinkan untuk menghadiri Piala Dunia tanpa visa dalam kesepakatan yang dicapai dengan FIFA Juni lalu.

Wartawan “Israel” juga dapat meliput acara tersebut tetapi diharuskan mengisi visa “jurnalis khusus”.

Doha mengatakan perbaikan hubungan diplomatik dengan “Israel” tergantung pada perbaikan kondisi Palestina.

Qatar pada September lalu menolak permintaan yang diduga untuk mendirikan kantor konsulat “Israel” sementara di Doha selama turnamen. Sumber di ibukota Qatar mengatakan “Israel” telah membahas masalah ini dengan FIFA tetapi Doha menolak permintaan tersebut.

Piala Dunia di Qatar akan digelar pada 20 November hingga 18 Desember.

Sementara itu, pasukan “Israel” terus melakukan kejahatan luas terhadap Palestina, yang tunduk pada sistem penindasan dan apartheid.

Israel telah menduduki Tepi Barat secara ilegal sejak 1967, di mana mereka telah memperluas permukiman ilegal, menahan ribuan warga Palestina, dan melancarkan serangan mematikan yang tak terhitung jumlahnya di seluruh wilayah Palestina.

Tidak seperti beberapa tetangga teluknya, Qatar telah menolak normalisasi dengan pemerintah “Israel” sampai negara Palestina merdeka didirikan. (zarahamala/arrahmah.id)