Menteri Saudi: Enam bulan ke depan ekonomi global akan sangat sulit

Oleh:

|

Kategori:

Mohammed Al-Jadaan. (Foto: Pinterest)

RIYADH (Arrahmah.id) – Dunia akan menyaksikan enam bulan yang sangat sulit dari sekarang, saat tantangan ekonomi seperti suku bunga tinggi dan inflasi bertahan di hampir semua negara, Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed Al-Jadaan mengatakan.

Berbicara di forum Inisiatif Investasi Masa Depan di Riyadh pada Rabu (26/10/2022), menteri mengatakan kawasan Teluk akan tetap stabil di tengah hambatan ekonomi ini, menambahkan bahwa Kerajaan akan mendukung negara-negara kawasan lain yang menghadapi tantangan selama masa-masa sulit ini, lansir Arab News.

“Kawasan ini sebagian besar terbagi menjadi dua wilayah. Salah satunya adalah kawasan Teluk, dan bagi mereka, enam bulan ke depan, dan mungkin enam tahun ke depan, akan sangat baik. Wilayah yang lebih luas akan menjadi sangat sulit, dan itu adalah peran kita untuk membantu wilayah yang lebih luas itu,” kata Al-Jadaan, menambahkan: “Di seluruh dunia, saya pikir, kita perlu bekerja untuk memastikan bahwa ada lebih banyak kolaborasi dan kerja sama untuk membawa stabilitas, dan itulah yang kami lakukan.”

Menteri keuangan Saudi mencatat bahwa dunia membutuhkan stabilitas dan prediktabilitas untuk memastikan ketersediaan keuangan makro dan investasi.

Berbicara tentang perubahan iklim, dia mengatakan ini adalah salah satu masalah serius yang dihadapi dunia saat ini, menambahkan bahwa masalah ini tidak akan diselesaikan dengan upaya satu negara.

Dia menekankan bahwa semua negara harus bekerja sama dan berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah terkait perubahan iklim.

“Dunia sedang mencoba untuk menangani ini (isu terkait perubahan iklim). Lembaga-lembaga multilateral berusaha menangani dampak perubahan iklim. Di kawasan ini, kami melakukan banyak upaya untuk mengurangi emisi, menghadapi perubahan iklim, dan berinvestasi dalam energi terbarukan,” kata Al-Jadaan.

Sementara itu, Shaikh Salman bin Khalifa Al-Khalifa, menteri keuangan dan ekonomi nasional Bahrain, mengatakan bahwa dunia sedang menghadapi banyak tantangan.

“Inflasi didorong oleh gangguan rantai pasokan, diperparah oleh konflik di Eropa. Dan sekarang adalah periode di mana ada inflasi harga pangan, inflasi harga energi dan itu adalah masalah besar,” kata Al-Khalifa.

Namun, dia mencatat bahwa aspek positif yang memberikan harapan lebih baik adalah penurunan harga pengiriman.

Steven Mnuchin, Managing Partner Liberty Strategic Capital, mengatakan bahwa ketahanan energi juga merupakan bagian dari ketahanan nasional.

“Saya percaya bahwa selama lima tahun ke depan, kita akan melihat kemajuan luar biasa dalam teknologi penangkapan karbon. Solusi jangka pendek untuk perubahan iklim benar-benar seputar penangkapan kembali karbon. Ini jelas merupakan masalah global dan perlu ditangani,” tambah Munchin. (haninmazaya/arrahmah.id)