HEBRON (Arrahmah.id) - Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan pada Rabu (21/1/2026) bahwa lima warga Palestina terluka akibat serangan pasukan pendudukan 'Israel' saat penggerebekan di area Jabal Johar, Kota Hebron.
Kantor berita Palestina, Wafa, menyebutkan bahwa pasukan 'Israel' memukuli kelima warga tersebut saat mereka keluar untuk membeli kebutuhan pokok. Mereka keluar rumah setelah mendengar kabar adanya penangguhan jam malam yang telah diberlakukan selama tiga hari terakhir. Akibat serangan tersebut, para korban mengalami patah tulang dan memar, dan segera dilarikan ke rumah sakit.
Sejak tiga hari lalu, pasukan 'Israel' melancarkan operasi militer di Jabal Johar dan wilayah selatan Hebron. Mereka memberlakukan blokade ketat serta jam malam bagi warga, menggeledah rumah-rumah, melakukan intimidasi, hingga menahan sejumlah besar penduduk setempat.
Operasi militer ini berlangsung di wilayah Hebron yang berada di bawah kendali penuh 'Israel', sesuai dengan Perjanjian Hebron 1997 antara Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan 'Israel'. Wilayah ini mencakup lingkungan di sekitar Kota Tua dan Masjid Ibrahimi.
Sejak melancarkan perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023 yang berlangsung selama dua tahun, 'Israel' terus meningkatkan serangan di Tepi Barat melalui tentara dan pemukim ilegal. Serangan ini meliputi pembunuhan, penangkapan, pengusiran, hingga perluasan pemukiman. Pihak Palestina memperingatkan bahwa langkah ini merupakan jalan pembuka bagi 'Israel' untuk mencaplok (aneksasi) wilayah Tepi Barat secara penuh.
Berdasarkan data resmi Palestina, kekerasan di Tepi Barat telah menyebabkan sedikitnya 1.107 warga Palestina gugur, sekitar 11.000 luka-luka, dan lebih dari 21.000 orang ditahan. (zarahamala/arrahmah.id)
