Memuat...

Mujahid: Kami Ingin Berhubungan Baik dengan Semua Negara

Hanin Mazaya
Rabu, 22 Oktober 2025 / 1 Jumadilawal 1447 17:17
Mujahid: Kami Ingin Berhubungan Baik dengan Semua Negara
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Juru bicara Imarah Islam Afghanistan menyatakan bahwa Afghanistan mengupayakan hubungan baik dengan semua negara, termasuk Amerika Serikat.

Zabihullah Mujahid, berbicara kepada Tolo News, menekankan bahwa menurut pandangan Imarah Islam, hubungan antara Afghanistan dan Amerika Serikat harus difokuskan hanya pada bidang ekonomi dan politik.

Mujahid mengatakan: “Kami mendukung hubungan baik dengan semua negara, termasuk AS, dan hubungan kami harus didasarkan pada dua jalur: diplomatik dan perdagangan. Dalam hal ini, kami selalu menghubungi dan mendorong AS untuk bekerja sama dengan kami di bidang-bidang ini.”

Juru bicara tersebut juga merujuk pada pernyataan terbaru Presiden AS tentang Pangkalan Udara Bagram dan mengatakan bahwa alih-alih pernyataan tersebut, Donald Trump seharusnya membuka kembali Kedutaan Besar AS di Kabul, lansir Tolo News (22/10/2025).

Menurut juru bicara tersebut, telah ada komunikasi antara Amerika Serikat dan Imarah Islam mengenai hal ini.

Ia menambahkan: “Mereka terkadang membicarakan Bagram atau hal-hal lain. Kami memberi tahu mereka: alih-alih Bagram, aktifkan kedutaan Anda di Kabul. Dengan membuka kembali jalur diplomatik ini, Afghanistan dan AS dapat memiliki hubungan yang baik dan sah. Kami mendukung hubungan baik, mari kita lihat apa yang mereka katakan.”

Penekanan Imarah Islam Afghanistan pada hubungan ekonomi dan politik dengan AS muncul setelah Wakil Penasihat Keamanan Nasional Presiden AS sebelumnya menyatakan bahwa kepemimpinan Afghanistan saat ini telah bekerja sama sampai batas tertentu dengan AS dalam upaya kontraterorisme.

Mohammad Amin Karim, seorang pakar hubungan internasional, mengomentari masa depan hubungan Kabul-Washington: “Di Amerika Serikat, terdapat pertikaian yang berkelanjutan antara mereka yang mendukung dan mereka yang menentang keterlibatan dengan sistem yang berlaku di Afghanistan, yang belum mencapai kesimpulan. Kita mungkin akan melihat pengumuman kebijakan jangka panjang AS terhadap Afghanistan dalam beberapa minggu atau bulan mendatang.”

Meskipun Presiden AS saat ini telah berulang kali mengkritik cara negara itu menarik diri dari Afghanistan, sikap resmi Amerika Serikat mengenai Afghanistan masih belum jelas. (haninmazaya/arrahmah.id)