Memuat...

Musim Dingin Mencekam di Gaza, MER-C Indonesia Kirim Ribuan Bantuan Hangat

Ameera
Selasa, 25 November 2025 / 5 Jumadilakhir 1447 17:28
Musim Dingin Mencekam di Gaza, MER-C Indonesia Kirim Ribuan Bantuan Hangat
Musim Dingin Mencekam di Gaza, MER-C Indonesia Kirim Ribuan Bantuan Hangat

JAKARTA (Arrahmah.id) - Musim dingin mulai menggigit tubuh para pengungsi di Jalur Gaza, Palestina. Di tengah reruntuhan bangunan yang hancur dan tenda-tenda yang rapuh, secercah kehangatan datang dari rakyat Indonesia melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).

MER-C melalui Tim Medis Darurat (EMT) ke-10 saat ini sedang berpacu dengan waktu menyiapkan ribuan paket bantuan musim dingin untuk warga Gaza yang terisolasi. Informasi ini disampaikan melalui siaran pers resmi MER-C yang dikutip pada Senin (24/11/2025).

Relawan Indonesia Bergerak di Tengah Situasi Sulit

Di lapangan, para relawan medis Indonesia yang tergabung dalam EMT ke-10—Dokter Nico Ghanda (spesialis kulit), Dokter Anthon Vermana Ritonga (spesialis anestesi), dan perawat Nadia Rosi—bekerja bersama relawan lokal mengoordinasikan penyaluran logistik.

Dokter Anthon menegaskan bahwa musim dingin menjadi ancaman serius baru bagi warga Gaza yang kehilangan rumah dan perlindungan memadai.

"Insya Allah kita akan menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita di Gaza karena memang saat ini sudah mulai memasuki musim dingin,” ujar Dr. Anthon di sela kesibukannya di Gaza.

Ribuan Paket Bantuan Disiapkan

MER-C menyiapkan ribuan item kebutuhan mendesak bagi para pengungsi, di antaranya:

  • 500 jaket anak

  • 500 jaket dewasa

  • 500 selimut tebal

  • 100 unit tenda layak huni

Bantuan ini sangat vital, mengingat hujan deras beberapa hari terakhir telah mengubah banyak lokasi pengungsian menjadi kubangan lumpur.

Tenda-tenda darurat yang selama ini menjadi tempat tinggal ribuan keluarga mudah roboh dihantam cuaca ekstrem.

Bagi para pengungsi, tenda baru, selimut, dan jaket hangat bukan sekadar perlengkapan logistik melainkan penyelamat nyawa di tengah kondisi yang semakin memburuk.

Bertarung dengan Keterbatasan

Situasi di lapangan tidak mudah. Blokade ketat yang diberlakukan rezim Zionis Israel membuat arus bantuan kemanusiaan terhambat.

Dalam kondisi ini, setiap selimut, setiap tenda, dan setiap jaket menjadi barang langka yang sangat dibutuhkan.

Dokter Nico Ghanda menyampaikan bahwa keberhasilan MER-C memasuki Gaza adalah amanah besar dari rakyat Indonesia.

 

“MER-C sebagai salah satu organisasi kemanusiaan yang berkesempatan masuk ke Jalur Gaza, berupaya melakukan sedikit ikhtiar untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza yang membutuhkan,” ujar Dr. Nico.

Ia juga memohon dukungan dari masyarakat Indonesia agar penyaluran bantuan berjalan lancar.

“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar segala upaya yang dilakukan, termasuk pendistribusian bantuan kemanusiaan ini, dapat berjalan tanpa hambatan.”

Konsisten di Garda Terdepan

Upaya MER-C kembali menegaskan komitmen organisasi kemanusiaan ini sebagai garda depan layanan medis darurat bagi korban perang dan bencana, tanpa memandang batas negara.

Dalam situasi musim dingin yang semakin kejam, bantuan rakyat Indonesia, melalui MER-C, hadir sebagai bukti nyata bahwa kemanusiaan tidak punya sekat, tidak mengenal jarak, dan selalu menemukan jalannya menuju mereka yang membutuhkan.

(ameera/arrahmah.id)