MINNEAPOLIS (Arrahmah.id) -- Aktivis sayap kanan Jake Lang, yang menyatakan niatnya untuk membakar Al Quran sebagai bagian dari demonstrasi anti-Islam di Minneapolis, Minnesota, pada Sabtu (17/1/2026) ditolak dan digiring keluar oleh ratusan demonstran anti-ICE dan anti-rasisme.
Dilansir The Independent (18/1/2026), rekaman video dan saksi mata menunjukkan bahwa counter-protesters — banyak di antaranya mengecam rencana pembakaran kitab suci dan meningkatnya tindakan imigrasi federal di kota itu — mengepung Lang dan kelompok kecilnya. Mereka kemudian melempar air, bola salju, dan seruan penolakan, yang akhirnya memaksa Lang dan kawan-kawan meninggalkan lokasi menuju hotel terdekat.
Laporan mengatakan Lang terlihat dengan memar dan goresan pada kepalanya saat meninggalkan area demonstrasi, meskipun polisi setempat tidak mengonfirmasi adanya laporan resmi cedera atau tindak pidana oleh pihak mana pun.
Insiden itu terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di Minnesota, dipicu oleh penembakan fatal seorang warga oleh agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) awal bulan ini, yang telah memicu gelombang protes harian terhadap kebijakan imigrasi federal dan penanganan aparat di wilayah tersebut.
Meski Lang berkampanye dengan retorika keras termasuk upaya pembakaran Al Quran, dia tidak tampak berhasil melakukan pembakaran itu di tengah konfrontasi dan tekanan dari massa lawan yang jauh lebih besar.
Kepolisian Minneapolis menanggapi dengan kehadiran aparat di lokasi dan menyiagakan Minnesota National Guard untuk membantu penegakan keamanan jika diperlukan, tetapi bentrokan besar dapat dicegah tanpa laporan luka serius dari kedua belah pihak. (hanoum/arrahmah.id)
