Memuat...

Nyawa Khamenei Diincar Trump, Teheran Ancam Perang Total

Hanoum
Selasa, 20 Januari 2026 / 2 Syakban 1447 03:28
Nyawa Khamenei Diincar Trump, Teheran Ancam Perang Total
Hubungan antara AS dan Iran bergejolak sejak tahun 1950an. [Foto: ABC News/Lindsay Dunba]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan akan menggulingkan pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memicu tanggapan keras dari pejabat Iran. Teheran memperingatkan bahwa serangan terhadap Khamenei akan disambut dengan perang total oleh bangsa Iran.

Trump, dalam wawancara kepada Politico pada 17 Januari 2026, seperti dilansir The National Herald (19/1/2026), menyatakan bahwa kepemimpinan Iran harus berubah di tengah gelombang protes besar dan tekanan internasional terhadap rezim yang dianggap represif.

Pernyataan itu datang setelah beberapa pekan demonstrasi yang telah menewaskan ribuan orang di Iran selama protes nasional yang dipicu oleh krisis ekonomi dan diperparah oleh respon keras aparat keamanan.

Menanggapi komentar Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan melalui unggahan di platform X bahwa apa pun serangan terhadap Khamenei akan dianggap sebagai “perang habis-habisan” melawan seluruh bangsa Iran. Pernyataan itu mempertegas posisi keras pemerintah dalam konflik retorik dengan Washington.

Retorika saling sindir ini terjadi di tengah meningkatnya kritik internasional atas penumpasan protes dalam negeri oleh aparat keamanan Iran, serta tuduhan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya ikut memperburuk situasi melalui dukungan retoris terhadap demonstran.

Khamenei sendiri sebelumnya menyalahkan Trump atas korban tewas dan kerugian yang terjadi di Iran, menuduh Washington menghasut dan mendorong kekacauan dalam negeri.

Para analis keamanan memperingatkan bahwa pernyataan saling meneror ini memperburuk hubungan antara kedua negara yang sudah lama tegang.

Hingga kini belum ada konfirmasi mengenai rencana atau perintah spesifik dari Washington untuk menargetkan pemimpin Iran, dan pernyataan Trump lebih banyak dipandang sebagai tekanan politik ketimbang ancaman militer konkret.

Pemerintah AS menyatakan bahwa semua opsi dipertimbangkan sementara tetap menekankan pentingnya penyelesaian diplomatik atas ketegangan yang semakin meningkat. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

IranHeadlineAmerika Serikatpresidendonald trumpAyatollah Ali Khamenei