Pejuang Asing Albania Tinggalkan Suriah, Pilih Perangi Rusia di Ukraina

Oleh:

|

Kategori:

Seorang pejuang asing yang tergabung dalam faksi Albania di barat laut Suriah (Albanian Tactical). [Foto: Enab Baladi]

ANTAKYA (Arrahmah.id) — Sumber dari kelompok perlawanan Suriah Hai’ah Tahrir Asy Syam (HTS) membenarkan, dalam pernyataan eksklusif kepada Al-Quds Al-Arabi (10/1/2023), kelompok pejuang asal Albania yang sebelumnya berperang di Idlib telah pergi ke Ukraina.

Sumber itu tidak merinci jumlah pejuang yang meninggalkan Idlib.

Kelompok pejuang asing asal Albania meninggalkan Idlib setelah mereka membelot dari kelompok yang dipimpin oleh Abd al-Jashari, atau Abu Qatada al-Albani.

Menurut sumber tersebut, keluarnya mereka dari wilayah Idlib karena HTS mendorong para pejuang asing untuk keluar dari Suriah.

HTS mengusir semua pejuang asing karena ingin merubah citranya di mata dunia. Selain itu juga ingin miminimalisir perlawanan dari internal yang tidak sejalan dengan kebijakan yang diambil HTS, khususnya pasca pemulihan hubungan Turki dengan rezim Suriah.

“HTS juga menangkapi para pemimpin pejuang asing dan memaksa mereka untuk membubarkan faksi mereka. Atau kalau tidak diusir, mereka harus mau bergabung di bawah koordinasi HTS. Dan sekarang pintu telah dibuka bagi mereka untuk bergerak menuju Ukraina,” ujar Khalil al-Miqdad, seorang peneliti dalam urusan kelompok jihadis.

Al-Miqdad percaya bahwa Ukraina tidak keberatan dengan bergabungnya para pejuang asing untuk mendukung perang melawan Rusia, khususnya mereka yang berasal dari Suriah.

“Para pejuang asing memilih untuk meninggalkan Idlib sebagai akibat dari pembatasan baru-baru ini yang diberlakukan oleh HTS. Beberapa dari mereka, akhirnya sealain pergi ke Ukraina, sebagian memilih bergabung dengan kelompok Islamic State (ISIS),” tambah Al Miqdad.

Al-Monitor sebelumnya mewartakan bahwa pejuang Kaukasus khususnya yang berasal dari Chechnya sudah terlebih meninggalkan Idlib untuk berperang di Ukraina.

Mereka keluar dari Idlib karena dua alasan: menghindari kampanye represi yang dipimpin HTS dan membalas dendam pada Rusia dan sekutunya; Ramzan Kadyrov.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh Enab Baladi, para pejuang asal Albania ini membentuk faksi di Idlib pada tahun 2012. MEreka rata-rata berasal dari Albania, Kosovo, Makedonia, dan Serbia.

Kelompok tersebut dipimpin oleh Abd al-Jashari (Abu Qatada al-Albani), yang lahir di Skopje, ibu kota Makedonia Utara. Dia sudah menjadi buronan Amerika Serikat sejak 2016. (hanoum/arrahmah.id)