Memuat...

Pemimpin Gereja Yerusalem Sebut Zionisme Kristen Sebagai Ancaman Persatuan

Zarah Amala
Senin, 19 Januari 2026 / 1 Syakban 1447 11:02
Pemimpin Gereja Yerusalem Sebut Zionisme Kristen Sebagai Ancaman Persatuan
Gereja Yerusalem tolak Zionisme Kristen (QNN)

YERUSALEM (Arrahmah.id) - Para Patriark dan Kepala Gereja di Yerusalem mengeluarkan pernyataan bersama yang sangat keras pada Senin (12/1/2026), secara resmi menolak ideologi Zionisme Kristen dan klaim sepihak dari pihak-pihak yang mengaku mewakili umat Kristiani di Tanah Suci. Pemimpin gereja-gereja bersejarah ini menegaskan bahwa tindakan kelompok-kelompok tersebut menyesatkan publik, menebar kebingungan, serta secara langsung mengancam keberadaan dan persatuan komunitas Kristen lokal di Timur Tengah.

Para pemimpin Gereja Apostolik, yang telah memelihara pelayanan selama berabad-abad di tanah tempat Yesus lahir dan wafat, memperingatkan bahwa individu yang mempromosikan Zionisme Kristen sering kali mendapatkan dukungan dari aktor politik di 'Israel' maupun luar negeri. Aliansi politik ini dinilai sangat berbahaya karena merusak warisan suci gereja dan memberikan beban berat pada misi pastoral yang selama ini menjaga identitas asli umat Kristen Palestina dari tekanan eksternal.

Keresahan ini memuncak setelah bulan lalu lebih dari 1.000 pemimpin evangelis Amerika Serikat melakukan kunjungan provokatif ke area Tembok Buraq di kompleks Masjid Al-Aqsa untuk melakukan ritual keagamaan. Para pemimpin gereja di Yerusalem mengecam kunjungan tersebut dan menyatakan dengan tegas bahwa delegasi tersebut sama sekali tidak merepresentasikan suara umat Kristiani di wilayah tersebut. Mereka menyebut penyambutan resmi terhadap kelompok-kelompok ini sebagai "intervensi terhadap kehidupan internal gereja."

"Kami menegaskan bahwa hanya kami yang berhak berbicara atas nama Gereja dan umat dalam semua urusan keagamaan, kemasyarakatan, dan pastoral di Tanah Suci," bunyi pernyataan tersebut. Para pemimpin gereja mengingatkan bahwa pengadopsian ideologi politik yang dibalut agama hanya akan meminggirkan penduduk asli dan merusak tanggung jawab pastoral yang telah diamanatkan kepada para Patriark sejak zaman kuno. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlinePalestinapenolakangereja yerusalemzionisme kristen