Memuat...

Perempuan Turki Gugat Trump: Klaim Presiden AS adalah Ayahnya, Minta Tes DNA

Hanoum
Ahad, 18 Januari 2026 / 29 Rajab 1447 03:31
Perempuan Turki Gugat Trump: Klaim Presiden AS adalah Ayahnya, Minta Tes DNA
Necla Özmen. [Foto: X]

ANKARA (Arrahmah.id) -- Seorang perempuan Turki berusia 55 tahun mengejutkan publik internasional setelah mengajukan gugatan hukum yang mengklaim bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump adalah ayah biologisnya, dan menuntut tes DNA untuk membuktikan hubungan darah tersebut. Kasus ini kini menarik perhatian media global dan menjadi viral di sejumlah negara.

Necla Özmen, yang tinggal di Ankara, seperti dilansir Ilkhaber (17/1/2026), mengajukan gugatan paternitas di Pengadilan Keluarga Ankara 27 pada September 2025, dengan permintaan agar Trump diwajibkan menjalani tes DNA untuk menentukan apakah ia benar ayah biologisnya.

Pengadilan pertama menolak permohonan itu karena tidak ada bukti konkrit awal, tetapi Özmen mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Menurut Özmen, ia lahir pada 1970 dan dibesarkan oleh pasangan Sati dan Dursun Özmen sebagai anak mereka sendiri. Ia mengklaim baru mengetahui tentang kemungkinan hubungan biologisnya yang sebenarnya setelah ibunya memberi tahu bahwa ia diadopsi, dan bahwa ibu kandungnya adalah seorang warga Amerika bernama “Sophia”.

Özmen mengatakan Sophia pernah memberi tahu bahwa ia tidak bisa merawat anaknya yang baru lahir, yang menurutnya hasil hubungan dengan Trump.

Dalam permohonan pengadilan, Özmen menekankan bahwa ia ingin mengetahui kebenaran tentang identitas ayah kandungnya, bukan untuk alasan finansial atau politik. Ia belum memperoleh tanggapan resmi dari Trump maupun Gedung Putih mengenai klaim atau permintaan tes DNA tersebut.

Selain di Turki, Özmen juga dilaporkan telah mengirim petisi serupa kepada Kedutaan Besar AS di Ankara serta mencoba menempuh jalur hukum di pengadilan Amerika Serikat melalui saluran diplomatik, menurut media asing.

Kasus ini telah menjadi topik perbincangan di media sosial internasional dan menarik reaksi beragam dari netizen, di mana sebagian mempertanyakan kebenaran klaim tersebut sementara yang lain menyatakan skeptisisme terhadap kemungkinan hubungan tersebut tanpa bukti DNA yang kuat.

Hingga kini, tidak ada bukti genetik atau pernyataan resmi dari pihak Trump yang mendukung klaim Özmen, dan proses hukum masih berjalan di tingkat banding di Turki. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

TurkiAmerika Serikatwanitaperempuananakpresidenayahputridonald trumpDNANecla Özmen