PARIS (Arrahmah.id) - Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan pada Selasa (20/1/2026) bahwa Eropa "tidak akan menyerah pada perundung atau tunduk pada intimidasi." Pernyataan keras ini merupakan kritik tajam terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan menjatuhkan tarif bea masuk besar-besaran jika negara-negara Eropa menghalangi upayanya menguasai Greenland.
Di saat pemimpin Eropa lainnya berusaha menjaga nada bicara agar tidak memicu ketegangan lebih lanjut, Macron justru bersikap tegas dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Ia menyatakan bahwa Prancis dan Eropa tidak akan "menerima hukum siapa yang kuat, dia yang menang."
Macron menambahkan bahwa Eropa akan terus membela integritas wilayah dan supremasi hukum, meski dunia saat ini ia nilai mulai bergeser ke arah "tanpa aturan." Sebagai bentuk perlawanan, Uni Eropa kemungkinan akan membalas dengan sanksi dagang yang ketat.
Ketegangan ini memuncak setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif tinggi pada produk minuman anggur (wine) dan sampanye asal Prancis. Tidak hanya itu, Trump melakukan tindakan yang tidak lazim dalam diplomasi dunia dengan mengunggah tangkapan layar pesan pribadi dari Macron ke publik.
Sebelumnya pada Sabtu lalu (17/1), Trump berjanji akan menerapkan gelombang tarif bea masuk baru mulai awal Februari terhadap beberapa sekutu Eropa, termasuk Prancis, sampai mereka mengizinkan Amerika Serikat mengakuisisi Greenland dari Denmark.
Negara-negara besar di Uni Eropa mengecam tindakan Trump tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk pemerasan. Uni Eropa dijadwalkan akan menggelar KTT darurat di Brussel pada Kamis malam (22/1) untuk membahas isu Greenland ini. Macron pun mendesak Uni Eropa agar tidak ragu menggunakan mekanisme anti-koersi (anti-tekanan) guna menghadapi ancaman tarif Trump.
Kebocoran Pesan Pribadi
Macron meninggalkan Davos kemarin malam tanpa bertemu dengan Trump. Sebaliknya, Kanselir Jerman Friedrich Merz mengumumkan rencananya untuk menemui Presiden AS tersebut demi "menghindari eskalasi tarif."
Drama ini semakin memanas setelah Trump mengunggah tangkapan layar percakapannya dengan Macron di platform Truth Social. Dalam pesan yang dikonfirmasi kebenarannya oleh sumber dekat Macron tersebut, sang Presiden Prancis menulis kepada Trump: "Saya tidak mengerti apa yang Anda lakukan terkait Greenland."
Pesan tersebut juga mengungkap bahwa Macron sempat menawarkan pertemuan G7 di Paris pada 22 Januari untuk membahas masalah Ukraina, Suriah, Denmark, dan Rusia, serta mengundang Trump makan malam di Paris sebelum sang Presiden AS kembali ke negaranya. (zarahamala/arrahmah.id)
