Memuat...

PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabanjir dan Longsor, 12 Tower SUTT Roboh

Ameera
Sabtu, 29 November 2025 / 9 Jumadilakhir 1447 21:26
PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabanjir dan Longsor, 12 Tower SUTT Roboh
PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabanjir dan Longsor, 12 Tower SUTT Roboh

JAKARTA (Arrahmah.id) - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo turun langsung ke Aceh untuk memastikan penanganan kelistrikan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.

Ia bersama Pemerintah Provinsi Aceh, Kodam Iskandar Muda, Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, serta Polda Aceh, melepas keberangkatan personel tanggap darurat serta material perbaikan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV menuju lokasi terdampak.

Dalam Apel Siaga Team Recovery Bencana Aceh di Lanud Sultan Iskandar Muda, Sabtu (29/11/2025), Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan bahwa bencana banjir dan longsor menyebabkan kerusakan berat di 18 dari 23 kabupaten/kota.

Selain itu, banyak wilayah masih terisolasi akibat terputusnya komunikasi dan padamnya listrik karena sejumlah tower transmisi milik PLN roboh.

“Banyak korban, termasuk beberapa kampung dan tempat yang hilang. Sampai sekarang belum tahu statusnya bagaimana. Insyaallah, ini ada bantuan dari PLN Aceh dan pusat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan tersalur ya listrik-listrik yang terputus,” ujar Muzakir.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat PLN dan seluruh pemangku kepentingan yang langsung mengirim bantuan teknis ke lapangan.

Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa bencana ini merobohkan sedikitnya 12 tower SUTT sehingga suplai listrik ke sejumlah wilayah Aceh terganggu.

Untuk mempercepat pemulihan jaringan tegangan tinggi, PLN mengerahkan sekitar 500 petugas dari berbagai unit PLN di seluruh Indonesia.

“Sejak hari pertama bencana, PLN sudah menetapkan status siaga penuh dan pagi ini kami melepas tim tanggap darurat ke lokasi-lokasi terdampak bencana. Kami juga turun langsung mengecek kesiapan personel dan material yang akan digunakan untuk membangun tower transmisi darurat,” kata Darmawan.

Ia menambahkan, mobilisasi material dilakukan tanpa henti. Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Aceh, TNI, Polri, dan BPBD Aceh, distribusi logistik, peralatan tower, hingga bantuan kemanusiaan dijalankan melalui jalur darat maupun udara menggunakan helikopter dan pesawat Hercules.

Darmawan menegaskan, seluruh sumber daya PLN dimaksimalkan untuk mempercepat proses pemulihan kelistrikan di Aceh.

“Kami terus bekerja keras agar masyarakat yang terdampak dapat segera beraktivitas dan listrik kembali pulih. Ratusan petugas di lapangan all out 24 jam nonstop untuk menyelesaikan misi kemanusiaan ini,” ujarnya tegas.

Selain membangun tower darurat, PLN menyiagakan genset di fasilitas vital seperti rumah sakit, bandara, puskesmas, dan kantor pemerintahan. Lampu darurat juga didistribusikan ke rumah ibadah dan lokasi pengungsian.

Saat ini PLN telah membangun island operation Nagan Raya dengan beban 100 MW serta island operation Arun dengan beban 16 MW guna memastikan sebagian layanan publik tetap mendapat pasokan listrik.

Dalam kesempatan tersebut, PLN juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak melalui Gubernur Aceh.

“Kita upayakan yang terbaik. Semoga perjuangan ini dimudahkan,” tutup Darmawan.

(ameera/arrahmah.id)