BANGI (Arrahmah.id) - Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyatakan pada Jumat (23/1/2026) bahwa Malaysia sulit untuk memberikan dukungan awal terhadap usulan pembentukan Board of Peace (Dewan Perdamaian) untuk Gaza tanpa adanya jaminan yang jelas dan tegas mengenai nasib rakyat Palestina, khususnya di Gaza.
“Kami telah memberikan pandangan kami. Kami sedang mengikuti perkembangan yang ada, dan cukup sulit (untuk memberikan dukungan) kecuali ada jaminan yang benar-benar kuat dan tegas mengenai rakyat Gaza dan Palestina.
“(Masalah) pengakuan, penghentian total serangan kejam dan biadab oleh rezim 'Israel', serta pemulihan bantuan kemanusiaan. Hal-hal ini belum dilaksanakan, sehingga sulit bagi kami untuk memberikan dukungan awal,” ujarnya kepada wartawan setelah menunaikan salat Jumat di Surau Al Amin, Seksyen 8, Bandar Baru Bangi di sini.
Sebelumnya, Anwar mengatakan Malaysia memilih untuk bersikap hati-hati sebelum menyatakan dukungan apa pun terhadap pembentukan Board of Peace yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Gaza.
Menurut Perdana Menteri, pemerintah sejauh ini belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai pembentukan dewan tersebut.
Pada 16 Januari, Trump mengumumkan pembentukan Board of Peace untuk Gaza sebagai elemen kunci dari fase kedua rencana untuk mengakhiri perang di wilayah Palestina tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)
