Produksi Minyak OPEC+ Dipangkas, AS Ancam Hentikan Pasokan Senjata ke Saudi

Oleh:

|

Kategori:

Seorang fotografer mengambil gambar ladang minyak Khurais selama tur untuk wartawan, 150 km timur-timur laut Riyadh, Arab Saudi, pada 28 Juni 2021. [Foto : AP/Amr Nabil]

WASHINGTON DC (Arrahmah.id) — Anggota parlemen Amerika Serikat (AS) mengusulkan penghentian pasokan senjata untuk Arab Saudi sebagai tanggapan atas keputusan Riyadh yang mendukung pemangkasan produksi minyak OPEC+.

Usulan itu disampaikan oleh Senator Demokrat Richard Blumenthal dan perwakilan Demokrat Ro Khanna. Keduanya mengusulkan UU baru yang akan menghentikan AS menyediakan senjata ke Arab Saudi.

“Keputusan Saudi merupakan pukulan telak bagi AS, tetapi AS juga memiliki cara untuk merespons. Itu dapat segera menghentikan transfer besar-besaran perang Amerika ke tangan Saudi,” kata Blumenthal, seperti dikutip dari Politico (9/10/2022).

Keduanya juga mendorong AS untuk meninjau kedekatan hubungan Arab Saudi dan Rusia.

Menurut Blumenthal dan Khanna, Arab Saudi sangat bergantung pada bantuan pertahanan AS. Sehingga usulan ini akan memaksa Riyadh untuk kembali ke meja perundingan dan bernegosiasi dengan AS.

Adapun usulan UU tersebut akan dibahas di Senat dan DPR pada Selasa (11/10).

“Larangan apa pun bisa bersifat sementara sampai Arab Saudi mempertimbangkan kembali pelukannya terhadap (Presiden Rusia Vladimir) Putin,” kata keduanya.

Pekan lalu, OPEC+ sepakat untuk memangkas produksi minyak sebesar 2 juta barel per hari dari tingkat produksi Agustus mulai November.

AS yang telah mendorong Arab Saudi mengurungkan pemangkasan tersebut menyebut OPEC telah bermitra dengan Rusia. (hanoum/arrahmah.id)