Memuat...

Viral Jembatan Rusak di Ponorogo, Anak Sekolah Harus Digendong Warga Demi Selamat

Ameera
Rabu, 14 Januari 2026 / 25 Rajab 1447 20:43
Viral Jembatan Rusak di Ponorogo, Anak Sekolah Harus Digendong Warga Demi Selamat
Viral Jembatan Rusak di Ponorogo, Anak Sekolah Harus Digendong Warga Demi Selamat

PONOROGO (Arrahmah.id) – Sebuah video yang memperlihatkan anak-anak sekolah harus digendong warga saat melintasi jembatan rusak di Dusun Dayakan, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, viral di media sosial.

Kondisi jembatan yang memprihatinkan itu memicu keprihatinan publik karena membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak.

Jembatan darurat berbahan kayu dan bambu sepanjang sekitar 15 meter tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung antara Desa Wagir Lor dan Desa Wates.

Di sisi kiri dan kanan jembatan terdapat jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter, sementara jalur yang masih bisa dilalui kini hanya menyisakan lebar sekitar 20 sentimeter.

Sarmini, salah seorang warga setempat, mengatakan kerusakan jembatan sudah sangat parah. Struktur kayu yang lapuk dan tergerus air hujan membuat jembatan sempat longsor dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan.

Akibatnya, anak-anak sekolah terpaksa digendong satu per satu oleh warga agar tidak terpeleset dan jatuh ke jurang.

“Anak-anak tidak berani lewat, jalannya sempit sekali. Akhirnya digendong satu-satu oleh warga,” ujar Sarmini saat ditemui, Rabu (14/1/2026).

Menurut Sarmini, warga sempat melakukan perbaikan sementara secara swadaya. Hal itu dilakukan karena jalur tersebut merupakan akses utama anak-anak menuju sekolah serta jalan tercepat menuju pusat kota.

Jika harus memutar melalui jalur lain, jarak tempuh menjadi jauh dan memakan waktu lebih lama.

“Kalau harus muter lewat Jenangan itu jauh. Ini jalan satu-satunya,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Gunanto. Ia menuturkan bahwa jembatan yang berada di jalur poros kabupaten itu sudah mengalami kerusakan sejak akhir 2023.

Awalnya masih bisa dilalui kendaraan roda empat, namun kini hanya sepeda motor yang berani melintas.

“Selasa kemarin jembatan sempat ambrol karena hujan deras. Tinggal selebar 20 sentimeter di bagian tengah, makanya anak-anak harus digendong,” jelas Gunanto.

Meski saat ini jembatan sudah kembali bisa dilewati secara terbatas, warga masih diliputi rasa waswas.

Pasalnya, pondasi penyangga jembatan berada di tebing yang rawan longsor, terutama saat hujan deras.

“Kayunya juga sudah lama, mulai lapuk. Kalau hujan deras terus, takutnya bisa putus total,” katanya.

Gunanto menambahkan, warga sebenarnya sudah beberapa kali melaporkan kondisi jembatan tersebut kepada pihak terkait.

Namun hingga kini, belum ada perbaikan permanen dari pemerintah.

“Sudah sering dilaporkan, tapi belum ada tindak lanjut. Padahal ini jalan penghubung dua desa,” pungkasnya.

(ameera/arrahmah.id)

viralJembatan Ponorogo