JAKARTA (Arrahmah.id) - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia tengah menyiapkan proses evakuasi terhadap 15 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Teheran, Iran.
Evakuasi ini direncanakan melalui perjalanan darat menuju Baku, Azerbaijan, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan "Israel".
Sugiono menjelaskan bahwa saat ini pemerintah masih mengatur waktu pelaksanaan evakuasi karena kondisi ruang udara yang ditutup akibat situasi keamanan.
Selain itu, perjalanan dari Teheran menuju Baku diperkirakan memakan waktu sekitar sepuluh jam melalui jalur darat.
Menurutnya, Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Iran untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terkoordinasi.
Berbagai aspek juga dipertimbangkan, termasuk kesiapan logistik serta kondisi kesehatan para WNI, mengingat perjalanan darat yang cukup panjang sebelum melanjutkan penerbangan menuju Jakarta.
Sugiono menegaskan bahwa evakuasi dilakukan berdasarkan permintaan dari para WNI sendiri. Ke-15 orang tersebut telah menyatakan kesediaan untuk dipulangkan ke Indonesia.
Sementara itu, WNI yang berada di negara-negara Teluk yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC) belum mengajukan permintaan evakuasi.
Ia menyebutkan bahwa jumlah WNI di kawasan tersebut cukup besar, termasuk di Qatar yang mencapai puluhan ribu orang.
Namun hingga saat ini mereka masih memilih tetap tinggal karena situasi di negara tempat mereka berada dinilai masih aman.
Dalam upaya mempercepat langkah pengamanan warga negara, Sugiono juga telah memerintahkan Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, agar segera mengambil langkah-langkah evakuasi apabila ada WNI lain yang ingin dipindahkan dari wilayah terdampak konflik.
Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut.
Sugiono menambahkan bahwa Prabowo Subianto telah menegaskan agar Indonesia bersiap menghadapi berbagai kemungkinan dampak dari konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
(ameera/arrahmah.id)
