Warga Albania Unjuk Rasa Tuntut Kemerdekaan Kozovo

Oleh:

|

Kategori:

Kozovo – Ribuan warga Albania keturunan Kozovo, kemarin menggelar unjuk rasa mendukung kemerdekaan Kozovo dari Serbia selambat-lambatnya 10 Januari tahun 2008. Menurut situs-situs media massa Serbia, sebagian besar para demonstran adalah mahasiswa Universitas Pristina.

Para demonstran yang berkumpul di depan Gedung Parlemen Kozovo sambil membawa bendera Albania, AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menuntut kemerdekaan Kozovo.

Dalam spanduk yang dibawa para demonstran tertulis, kemerdekaan hanyalah satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masa depan politik Kozovo dan Eropa harus menunjukkan komitmen terkait masalah Kozovo.

Juru Bicara Pemerintah Kozovo, Skender Hyseni kemarin mengatakan, “Pernyataan kemerdekaan sepihak Kozovo tercantum dalam agenda kerja. Pemerintah bertekad akan segera mewujudkan kemerdekaannya dalam waktu dekat.”

Meski ditentang Rusia dan Serbia, pemerintah Kozovo dengan dukungan Barat berupaya mencapai kemerdekaan. Semenjak tahun 1999, Kozovo yang berniat memisahkan diri dari Serbia, berada di bawah administrasi PBB. 15 persen wilayah Kozovo berada di kawasan Serbia.

Uni Eropa

Sementara itu, dalam deadline 120 hari masa transisi oleh PBB agar Serbia dan etnis Albania menyusun solusi bagi krisis Kosovo, Senin kemarin terlewati tanpa hasil.

Juru Bicara etnis Albania Skender Hyseni kepada Assosiated Press mengatakan, Kosovo akan segera menyempurnakan agendanya sendiri. Pastinya sebelum Mei tiba.

Hyseni membantah anggapan bahwa deklarasi kemerdekaan Kosovo itu ditunda karena menunggu Serbia menuntaskan pemilu presidennya pada 20 Januari 2008.

Dukungan penuh terhadap rencana Kosovo memerdekakan diri itu datang dari Uni Eropa. Ketua Komisi Luar Negeri Uni Eropa (UE) Javier Solana berani memastikan bahwa kemerdekaan salah satu provinsi di Serbia itu akan dilangsungkan bulan depan.

Setelah menghadiri forum di Belgia kemarin, Solana mengatakan, kesempatan Kosovo untuk menjadi bagian dari UE, tampaknya, sudah dekat. Solana memastikan bahwa UE siap untuk menempatkan 1.800 personel pasukannya di Kosovo untuk mengawal masa transisi itu.

Sumber: Hidayatullah