ELIAT (Arrahmah.id) -- Sedikitnya 20 orang terluka pada Rabu (24/9/2025) setelah sebuah pesawat tak berawak (drone) yang diluncurkan dari Yaman menghantam sebuah hotel di kota resor Laut Merah Israel, Eilat di perbatasan dengan Yordania dan Mesir, kata layanan ambulans nasional 'Israel' Magen David Adom.
Dikatakan dua orang terluka serius sementara yang lain menderita luka sedang hingga ringan.
Militer 'Israel' mengatakan, seperti dilansir Reuters (25/9), bahwa sebuah drone yang diluncurkan dari Yaman jatuh di Eilat meskipun telah ada upaya intersepsi. Belakangan dikatakan bahwa serangan itu menargetkan sebuah hotel di kota tersebut.
Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Wali Kota Eilat bahwa ia berdiskusi dengan komando militer 'Israel' mengenai cara-cara untuk meningkatkan respons terhadap ancaman udara di kota tersebut.
Surat kabar Israel Hayom, mengutip penyelidikan awal, mengatakan bahwa sistem pertahanan udara gagal mencegat pesawat nirawak tersebut.
Kelompok Syiah Houthi Yaman yang didukung Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan drone tersebut, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut adalah yang kedua terhadap 'Israel' dalam 24 jam terakhir.
Tak lama setelah serangan itu, Menteri Pertahanan 'Israel', Israel Katz, mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa Houthi "menolak belajar dari Iran, Lebanon, dan Gaza, dan mereka akan belajar dengan
Serangan drone pada hari Rabu terjadi beberapa hari setelah Houthi menembakkan pesawat nirawak yang jatuh di zona hotel Eilat, mengakibatkan kerusakan material tetapi tidak ada korban jiwa.
Houthi telah meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ribuan kilometer ke utara menuju 'Israel', dalam apa yang disebut kelompok itu sebagai tindakan solidaritas dengan Palestina. Sebagian besar dari puluhan rudal dan drone yang diluncurkan telah dicegat atau jatuh di dekat wilayah 'Israel'.
'Israel' telah membalas dengan mengebom wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, termasuk pelabuhan vital Hodeidah.
Houthi, yang menguasai wilayah Yaman yang paling padat penduduknya, juga telah menyerang kapal-kapal di Laut Merah sejak dimulainya perang di Gaza pada Oktober 2023. (hanpoum/arrahmah.id)
