Memuat...

28 Warga Palestina, Termasuk 17 Anak, Tewas dalam Serangan Udara "Israel" di Gaza dan Khan Yunis

Zarah Amala
Kamis, 20 November 2025 / 30 Jumadilawal 1447 10:00
28 Warga Palestina, Termasuk 17 Anak, Tewas dalam Serangan Udara "Israel" di Gaza dan Khan Yunis
Pasukan 'Israel' menewaskan dan melukai lebih dari 100 warga Palestina dalam serangan udara terbaru di Gaza. (Foto: media sosial, via QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Sebanyak 28 warga Palestina, termasuk 17 anak dan seorang perempuan, tewas dan lebih dari 77 lainnya luka-luka akibat serangan udara 'Israel' yang menghantam sejumlah permukiman di Kota Gaza dan Khan Yunis sejak Rabu pagi (19/11/2025).

Sumber medis melaporkan bahwa enam warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak, terluka ketika jet tempur 'Israel' membombardir sebuah bangunan yang menampung keluarga-keluarga pengungsi di kawasan Zeitoun, di tenggara Kota Gaza.

Seorang sumber di Rumah Sakit Al-Ahli Baptist mengonfirmasi bahwa seluruh korban telah dipindahkan ke fasilitas mereka, seraya memperingatkan bahwa jumlah korban tewas bisa meningkat karena banyak korban luka berada dalam kondisi kritis.

Di Khan Yunis, Kompleks Medis Nasser menyatakan bahwa tujuh warga Palestina tewas setelah drone 'Israel' mengebom tenda-tenda yang menjadi tempat berlindung keluarga pengungsi di wilayah Mawasi.

Anak-anak terus menjadi mayoritas korban, karena serangan 'Israel' berulang kali menghantam area-area tempat keluarga pengungsi berkumpul setelah mereka terusir dari rumah-rumah mereka.

Koresponden Al-Jazeera melaporkan bahwa tembakan artileri dan serangan udara juga menargetkan wilayah di luar garis kuning di kota Bani Suheila, sebelah timur Khan Yunis.

Narasi Militer 'Israel'

Tentara 'Israel' mengklaim bahwa mereka melancarkan serangan di seluruh Gaza sebagai respons atas tembakan yang menargetkan pasukan mereka di wilayah Khan Yunis.

Radio Tentara 'Israel' mengutip seorang sumber keamanan yang mengatakan bahwa Angkatan Udara menyerang sebuah pertemuan para pemimpin Hamas di Zeitoun, termasuk komandan batalion, wakilnya, dan kepala unit angkatan laut Brigade Al-Qassam.

Namun, analis militer Rami Abu Zubaida menilai 'Israel' sedang “mencari-cari alasan” untuk membenarkan eskalasi yang sudah direncanakan sebelumnya. Dalam unggahannya di Telegram, ia menulis bahwa serangan tersebut “bukan respons, melainkan bagian dari bank target yang diperluas dan telah diperbarui.”

Surat kabar 'Israel' Haaretz mengutip sumber keamanan yang mengatakan bahwa “hasil dari serangan itu masih belum jelas.” Sementara itu, Perusahaan Penyiaran 'Israel' melaporkan bahwa Amerika Serikat telah diberi tahu sebelumnya mengenai serangan-serangan tersebut.

Hamas: ‘Dalih Tipis dan Tidak Masuk Akal’

Di Khan Yunis, keluarga dari warga Palestina yang hilang menggelar protes di depan Kompleks Medis Nasser, menuntut 'Israel' mengungkapkan nasib kerabat mereka.

Para keluarga meminta pihak lokal maupun internasional untuk menekan 'Israel' agar menjelaskan apakah orang-orang yang hilang itu masih hidup, ditahan, atau telah dibunuh.

Gerakan Perlawanan Palestina Hamas mengutuk pembantaian tersebut, menyebut eskalasi ini sebagai upaya sengaja Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu untuk melanjutkan genosida di Gaza. Hamas menolak klaim 'Israel' sebagai “dalih rapuh” untuk membenarkan serangan baru dan pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Hamas menegaskan bahwa pelanggaran 'Israel' terhadap gencatan senjata terus berlanjut, dengan lebih dari 300 warga Palestina tewas sejak kesepakatan ditandatangani.

Gerakan itu juga menyebut bahwa pembongkaran rumah serta penutupan Perlintasan Rafah masih berlangsung, dan menggambarkannya sebagai “tantangan terang-terangan” terhadap penjamin Amerika dan regional.

Hamas menyerukan agar pemerintahan Presiden AS Donald Trump menepati komitmennya dan menekan 'Israel' untuk menghormati gencatan senjata.

Hamas juga meminta para mediator, Mesir, Qatar, dan Turki, untuk memenuhi kewajiban mereka sebagai penjamin perjanjian dan memaksa 'Israel' segera menghentikan semua pelanggaran. (zarahamala/arrahmah.id)