Memuat...

82% Warga 'Israel' Dukung Pengusiran Warga Gaza dan Pembantaian Ala Kitab Kuno

Zarah Amala
Sabtu, 24 Mei 2025 / 27 Zulkaidah 1446 09:46
82% Warga 'Israel' Dukung Pengusiran Warga Gaza dan Pembantaian Ala Kitab Kuno
Pemukim 'Israel' bersenjata (media sosial)

GAZA (Arrahmah.id) - Sebuah jajak pendapat terbaru mengungkapkan bahwa mayoritas warga 'Israel' mendukung pengusiran paksa terhadap warga Palestina dari Jalur Gaza. Survei yang dilakukan oleh Penn State University pada Maret lalu dan dipublikasikan oleh surat kabar Haaretz pada Kamis (23/5/2025), menunjukkan bahwa 82 persen responden di 'Israel' menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut, menurut laporan Quds News Network (QNN).

Tak hanya itu, sebanyak 56 persen responden juga mendukung pengusiran paksa terhadap warga Palestina yang merupakan warga negara 'Israel'. Sebagai perbandingan, pada 2003, hanya 45 persen dan 31 persen yang mendukung pandangan ekstrem ini.

Lebih mengkhawatirkan lagi, ketika responden ditanya apakah tentara 'Israel' seharusnya “bertindak seperti orang 'Israel' dalam kisah Yosua dan Yerikho di Alkitab, membunuh semua penduduk kota yang ditaklukkan,” sebanyak 47 persen menyatakan setuju.

Survei juga menemukan bahwa lebih dari 65 persen responden meyakini keberadaan “Amalek modern,” yaitu musuh umat Yahudi versi Alkitab. Dari kelompok ini, 93 persen percaya bahwa perintah dalam Alkitab untuk “melenyapkan Amalek” masih relevan dan berlaku saat ini.

Dukungan yang Meningkat Tajam

Laporan QNN mencatat lonjakan dukungan terhadap ide-ide ekstrem. “Sebanyak 82 persen mendukung pengusiran seluruh warga Palestina dari Gaza. Lebih dari separuh (56 persen) juga mendukung pengusiran warga Palestina yang memiliki kewarganegaraan 'Israel'. Pada 2003, angka ini masih jauh lebih rendah, yaitu 45 dan 31 persen.”

Bahkan kalangan sekuler pun tak kalah radikal. “Di antara mereka, 69 persen mendukung pengusiran penduduk Gaza, dan 31 persen mendukung tindakan seperti penghancuran Yerikho dalam kisah Alkitab,” tulis QNN.

Tren paling ekstrem justru ditemukan di kalangan generasi muda.

Di antara warga Yahudi 'Israel' yang berusia di bawah 40 tahun, 66 persen mendukung pengusiran warga Palestina yang menjadi warga negara 'Israel', dan 58 persen mendukung tindakan serupa dengan penaklukan Yerikho. Hanya 9 persen pria di bawah 40 tahun, kelompok yang paling mungkin bertugas di militer, yang menolak secara tegas ide pengusiran atau genosida.

Haaretz mencatat, “Perbedaan pandangan antar generasi memang bukan hal aneh, tapi di 'Israel', jurangnya semakin melebar sejak awal abad ke-21.” (zarahamala/arrahmah.id)