Memuat...

90 Jenazah Palestina Dipulangkan 'Israel' dalam Kondisi Mata Tertutup dan Tangan Terborgol

Zarah Amala
Kamis, 16 Oktober 2025 / 25 Rabiulakhir 1447 10:00
90 Jenazah Palestina Dipulangkan 'Israel' dalam Kondisi Mata Tertutup dan Tangan Terborgol
Sumber medis di Gaza mengatakan bahwa 45 jenazah warga Palestina yang dikembalikan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata menunjukkan bukti eksekusi di lapangan. (Foto: media sosial, via QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Sebuah komite ahli forensik tengah berupaya mengidentifikasi 90 jenazah warga Palestina yang baru-baru ini dikembalikan oleh 'Israel' sebagai bagian dari pertukaran jenazah tawanan 'Israel', demikian dilaporkan BBC, mengutip pejabat medis di Gaza.

Menurut Dr. Mohammed Zaqout, Direktur Jenderal Rumah Sakit di Kementerian Kesehatan Gaza, proses identifikasi akan memakan waktu karena banyak jenazah yang rusak parah dan sumber daya forensik di Jalur Gaza sangat terbatas.

“Jika proses identifikasi manual tidak berhasil, foto-foto para jenazah akan diunggah secara daring agar keluarga dapat mengenali kerabat mereka,” ujar Dr. Zaqout kepada BBC.

Jenazah-jenazah tersebut, yang saat ini disimpan di Rumah Sakit Nasser, Khan Yunis, diterima dalam dua gelombang: 45 jenazah pada Senin (13/10/2025dan 45 lainnya pada Rabu (15/10), melalui koordinasi dengan Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Gaza menyebut banyak dari jenazah itu menunjukkan tanda-tanda penyiksaan, mutilasi, dan eksekusi lapangan, bahkan beberapa ditemukan dalam keadaan mata tertutup serta tangan dan kaki terikat.

Rekaman video yang diperoleh seorang jurnalis lepas yang bekerja sama dengan BBC dari ruang jenazah Rumah Sakit Nasser memperlihatkan salah satu jenazah dengan mata tertutup, sementara yang lain tampak memiliki bekas ikatan di pergelangan tangan dan pergelangan kaki.

Berbicara kepada wartawan di luar rumah sakit, Dr. Zaqout menjelaskan bahwa gelombang pertama jenazah disimpan oleh otoritas 'Israel' di dalam lemari pendingin, dengan sebagian masih dapat dikenali, sementara lainnya sangat sulit diidentifikasi.

“Setelah identitasnya dipastikan, kami akan mempublikasikan nama-nama mereka agar keluarga dapat datang untuk mengenali dan memakamkan orang-orang yang mereka cintai,” tambahnya.

Dr. Zaqout juga menegaskan bahwa pihak Palestina belum menerima informasi identitas apa pun dari Israel. “Yang kami terima hanyalah jenazah dengan kode dan nomor. Kami dijanjikan akan diberikan nama-nama mereka, dan kini kami menunggu klarifikasi lebih lanjut dari rekan kami di Palang Merah,” katanya kepada BBC.

“Jika kami menerima nama-nama itu dari 'Israel', kami akan segera mempublikasikannya. Jika tidak, kami akan membuat tautan daring untuk menampilkan foto para syuhada yang dapat dikenali,” ujarnya.

Sistem medis Gaza, yang telah hancur akibat perang hampir dua tahun, tidak memiliki kemampuan tes DNA dan peralatan lain yang diperlukan untuk identifikasi forensik yang akurat, sehingga upaya mengenali para korban menjadi semakin sulit, menurut laporan BBC.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pekan lalu, 'Israel' berkomitmen untuk menyerahkan 15 jenazah warga Palestina sebagai imbalan setiap satu tawanan 'Israel' yang dipastikan tewas.

Sejauh ini, militer 'Israel' melaporkan telah menemukan enam jenazah tawanan 'Israel'. Jenazah seorang tawanan asal Nepal juga dikembalikan, bersama satu tubuh lain yang diidentifikasi bukan bagian dari daftar awal.

'Israel' mendesak Hamas agar “melakukan segala upaya” untuk menemukan dan mengembalikan 21 jenazah tawanan Israel yang masih belum ditemukan.

Awal pekan ini, Hamas telah menyerahkan 20 tawanan yang masih hidup sebagai imbalan atas pembebasan 250 tahanan Palestina dan 1.718 warga Gaza yang ditahan, sesuai dengan perjanjian yang sama. (zarahamala/arrahmah.id)