Memuat...

Abbas: Solusi Satu-Satunya di Gaza adalah Penarikan Penuh 'Israel', Bukan Pemerintahan Hamas

Zarah Amala
Senin, 14 Juli 2025 / 19 Muharam 1447 16:45
Abbas: Solusi Satu-Satunya di Gaza adalah Penarikan Penuh 'Israel', Bukan Pemerintahan Hamas
Mahmoud Abbas (Al Jazeera)

AMMAN (Arrahmah.id) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan bahwa satu-satunya solusi yang dapat diterapkan untuk mengakhiri konflik di Gaza adalah dengan penarikan penuh pasukan 'Israel' dan penyerahan kendali kepada Negara Palestina yang diakui secara internasional, dengan dukungan nyata dari dunia Arab dan komunitas global.

Pernyataan ini disampaikan Abbas pada Ahad (13/7/2025) dalam pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di kediamannya di Amman, Yordania, sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita Palestina (WAFA).

Dalam pertemuan tersebut, Abbas dan Blair membahas perkembangan terbaru di wilayah Palestina serta kondisi politik dan kemanusiaan yang sedang berlangsung.

Abbas menekankan perlunya gencatan senjata segera, pembebasan semua tawanan baik dari pihak 'Israel' maupun Palestina, serta jaminan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza tanpa hambatan.

Namun, ia juga menegaskan bahwa Hamas tidak akan memerintah Gaza setelah perang ini berakhir. Ia menyatakan bahwa Hamas harus:

  • Menyerahkan senjatanya kepada Otoritas Palestina,

  • Terlibat dalam proses politik secara damai,

  • Mengakui program politik Organisasi Pembebasan Palestina (PLO),

  • Mematuhi hukum internasional dan prinsip negara yang tunduk pada satu sistem, satu hukum, dan satu otoritas bersenjata yang sah.

Sejak 2007, Palestina mengalami perpecahan politik dan geografis. Hamas menguasai Gaza, sementara Otoritas Palestina yang dipimpin oleh Abbas memerintah Tepi Barat.

Dalam pernyataannya, Abbas juga menuntut dihentikannya semua tindakan sepihak 'Israel', terutama perluasan permukiman ilegal, rencana aneksasi wilayah Tepi Barat, serta serangan berulang terhadap situs suci Islam dan Kristen.

Abbas menyerukan peluncuran proses politik serius berdasarkan solusi dua negara sesuai dengan resolusi internasional, Inisiatif Perdamaian Arab, dan melalui konferensi perdamaian internasional yang akan digelar di New York.

Sementara itu, babak baru perundingan tidak langsung antara Hamas dan 'Israel' tengah berlangsung di Doha, Qatar, dengan mediasi dari Qatar, Mesir, dan partisipasi Amerika Serikat. Negosiasi ini bertujuan mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan.

Sebelumnya pada hari yang sama, Hamas dan Jihad Islam menyatakan bahwa setiap perundingan hanya akan bermakna jika mencakup penghentian penuh perang genosida di Gaza, penarikan total pasukan 'Israel', pembukaan kembali perlintasan perbatasan, dan rekonstruksi Gaza.

Sebagai catatan penting, konferensi internasional mengenai solusi dua negara dijadwalkan berlangsung pada 28 Juli di New York, dipimpin oleh Arab Saudi dan Prancis, sebagaimana dikonfirmasi oleh pejabat Kementerian Luar Negeri Palestina, Omar Awadallah. (zarahamala/arrahmah.id)