KABUL (Arrahmah.id) - Sumber-sumber terpercaya di Imarah Islam Afghanistan telah mengonfirmasi kepada Tolo News bahwa selama tiga hari terakhir, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif; Kepala Intelijen, Asim Malik; dan dua jenderal lainnya masing-masing mengajukan permohonan visa terpisah untuk bepergian ke Afghanistan.
Namun, Kabul telah berulang kali menolak permohonan mereka untuk mengunjungi Afghanistan.
Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam, juga mengonfirmasi bahwa permohonan delegasi Pakistan untuk pergi ke Kabul ditolak karena pelanggaran wilayah udara Afghanistan.
Mujahid menyatakan: “Mereka telah meminta delegasi tingkat tinggi mereka untuk datang ke Afghanistan, tetapi karena pelanggaran wilayah udara, Imarah tidak mengizinkan perjalanan tersebut dan menolak permohonan mereka.”
Sejauh ini, para pejabat Pakistan belum memberikan komentar resmi mengenai penolakan visa yang berulang kali dilakukan oleh pihak Afghanistan untuk delegasi militer dan intelijen mereka, lansir Tolo News (13/10/2025).
Beberapa analis politik mengatakan bahwa penolakan Kabul atas permintaan visa pejabat Pakistan menunjukkan pergeseran pendekatan diplomatik Imarah dan penekanan pada prinsip saling menghormati dalam hubungan bilateral. Dalam pandangan mereka, Islamabad harus berhenti melanggar wilayah udara Afghanistan dan mengupayakan dialog.
Mohammad Amin Karim, seorang analis politik, mengatakan: “Kepentingan nasional Afghanistan menuntut negara kami untuk menjaga hubungan yang sehat dan konstruktif dengan semua negara tetangganya, terutama Pakistan. Sayangnya, sejak Pakistan diciptakan secara artifisial, masalah ini tetap menjadi luka yang bernanah.”
Sayed Bilal Fatemi, analis politik lainnya, menambahkan: “Saat ini, setelah melanggar wilayah Afghanistan tanpa alasan atau bukti yang terdokumentasi yang bertentangan dengan semua hukum internasional, permintaan mereka untuk berkunjung bagaikan garam pada luka rakyat Afghanistan.”
Perkembangan ini terjadi setelah Pakistan melakukan serangan udara Kamis malam, yang melanggar wilayah udara Afghanistan. Sebagai tanggapan, pada Sabtu, pasukan Imarah Islam melancarkan operasi balasan di sepanjang Garis Durand.
Akibat serangan ini, 58 tentara Pakistan tewas, 30 terluka, dan 25 pos militer berada di bawah kendali pasukan Imarah. (haninmazaya/arrahmah.id)
