KABUL (Arrahmah.id) -- Layanan internet di Afghanistan kembali beroperasi pada hari Rabu (8/10/2025), mengembalikan komunikasi penting dan konektivitas web bagi penduduk, berlangsung 48 jam setelah pemerintah Taliban atau Imarah Islam Afghanistan) memblokir akses internet secara nasional.
Dilansir CBS (8/10), IIA belum memberikan penjelasan resmi dibukanya kembali internet yang berlangsung lebih dari 48 jam, yang hampir melumpuhkan negara karena komunikasi digital terputus, penerbangan terhenti akibat sistem kontrol lalu lintas udara yang tidak berfungsi, dan akses layanan perbankan terhalang.
Pemutusan itu terjadi beberapa pekan setelah IIA mulai membatasi akses internet berkecepatan tinggi di sejumlah provinsi, dengan alasan bahwa langkah tersebut diambil untuk mencegah aktivitas tidak bermoral atas perintah pemimpin tertinggi IIA, Hibatullah Akhundzada.
Sumber di Afghanistan yang memanfaatkan koneksi satelit Starlink untuk komunikasi berbasis web menyampaikan kepada CBS News pada hari Selasa bahwa terdapat rumor tentang kemungkinan IIA akan mengembalikan setidaknya layanan data dasar 2G untuk pengguna ponsel.
Namun, pemulihan yang lebih signifikan, termasuk jaringan 4G yang terlihat pada hari Rabu, menjadi sesuatu yang mengejutkan.
CBS News tidak berhasil menghubungi pejabat IIA di Kabul pada hari Rabu untuk memberikan komentar mengenai baik pemutusan maupun pemulihan layanan internet yang terjadi baru-baru ini. (hanoum/arrahmah.id)
