GAZA (Arrahmah.id) - Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, merilis sebuah video pada Kamis (17/7/2025) yang menampilkan seruan langsung kepada tentara 'Israel' yang berada di Jalur Gaza untuk menyerah demi menyelamatkan nyawa mereka, alih-alih menghadapi kematian dalam pertempuran.
Dalam video tersebut, Al-Qassam mengarahkan pesannya secara tegas: "Wahai tentara penjajah Nazi di Gaza, pejuang-pejuang kami yang tangguh pasti akan sampai kepadamu."
Al-Qassam kemudian menawarkan jalan keluar: "Jika kamu memilih untuk tidak bertempur demi menyelamatkan hidupmu, letakkan senjatamu, angkat tanganmu, dan ikuti instruksi di lapangan."
Video itu ditutup dengan pesan singkat namun kuat: “Menjadi tawanan lebih baik daripada menjadi mayat.” Al-Qassam juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keselamatan para tentara yang tertawan hingga tercapai pertukaran tahanan berikutnya.
Dalam video berdurasi lebih dari 4 menit itu, ditampilkan pula cuplikan-cuplikan penangkapan tentara 'Israel' yang dilakukan Al-Qassam dalam operasi Banjir Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023, serta beberapa upaya serupa dalam pertempuran yang sedang berlangsung saat ini.
Sebelumnya, pada 10 Juli, Al Jazeera menayangkan rekaman eksklusif yang mendokumentasikan upaya Al-Qassam menangkap seorang tentara 'Israel' dalam serangan terhadap pasukan militer dan kendaraan lapis baja di Abasan al-Kabira, wilayah timur Khan Yunis, Gaza selatan. Dalam insiden tersebut, pejuang Hamas sempat berupaya menyergap dan membawa tentara itu hidup-hidup, namun akhirnya ia tewas dalam kontak senjata.
Seorang komandan Al-Qassam mengatakan kepada Al Jazeera bahwa upaya mendatang untuk menangkap tentara 'Israel' akan lebih berhasil, dan pihaknya yakin keberuntungan akan berpihak kepada mereka.
Dua hari sebelum serangan itu, juru bicara Al-Qassam, Abu Ubaida, telah mengancam akan membuat pasukan 'Israel' mengalami kerugian harian dari utara hingga selatan Gaza, dalam apa yang mereka sebut sebagai “perang pengurasan”. Ia juga memberi isyarat bahwa pihak perlawanan sedang mempersiapkan upaya penangkapan lebih lanjut terhadap tentara 'Israel'.
Serangan Al-Qassam pada 7 Oktober 2023 lalu menjadi salah satu yang paling mematikan, menargetkan basis-basis militer dan permukiman 'Israel' di sekitar Gaza. Dalam serangan tersebut, ratusan tentara dan perwira 'Israel' tewas, dan lebih dari 240 orang 'Israel', termasuk tentara dan warga sipil, ditawan dan dibawa ke Jalur Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)
