NEW YORK (Arrahmah.id) - Zohran Mamdani mencetak sejarah pada Selasa malam (4/11/2025) dengan menjadi wali kota Muslim, Asia Selatan, dan generasi milenial pertama di New York City, merayakan kemenangannya dengan pesan persatuan dan kebanggaan terhadap akar imigran kota tersebut.
Berbicara di hadapan para pendukung yang bersorak di Brooklyn Paramount Theatre, politisi berusia 34 tahun dari Partai Demokrat itu berterima kasih kepada beragam komunitas New York atas dukungan mereka, dan berjanji akan membangun kota yang “lebih inklusif dan representatif.”
“Kalian telah membuktikan bahwa ketika politik berbicara kepada rakyat tanpa merendahkan, kita bisa memulai babak baru dalam kepemimpinan,” kata Mamdani. “Kami akan berjuang untuk kalian karena kami adalah bagian dari kalian. Atau seperti yang kami katakan di Steinway Street, ana minkum wa ilaykum (aku dari kalian dan untuk kalian).”
Steinway Street di wilayah Queens dikenal sebagai “Little Egypt,” kawasan yang dipenuhi kafe, toko roti, dan restoran milik komunitas Arab.
Dalam pidatonya, Mamdani menyoroti identitas multikultural New York, menyebut berbagai kelompok imigran yang menjadi bagian dari kota: “Pemilik bodega asal Yaman, nenek asal Meksiko, sopir taksi asal Senegal, perawat asal Uzbekistan, juru masak asal Trinidad, dan para bibi asal Etiopia.”
“Kepada semua warga New York di Kensington, Midwood, dan Hunts Point, ketahuilah, kota ini adalah kota kalian, dan demokrasi ini milik kalian juga,” tambahnya.
Selama masa kampanye, Mamdani menghadapi serangan keras, termasuk tuduhan “antisemitisme” dari para pendukung 'Israel' karena kritiknya terhadap perang genosida 'Israel' di Gaza dan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Namun, sejumlah organisasi dan individu Yahudi juga menyatakan dukungan mereka, dengan laporan bahwa sekitar sepertiga pemilih Yahudi memberikan suara untuk Mamdani.
Mamdani lahir di Uganda dari keluarga keturunan India, dan menjadi warga negara Amerika Serikat pada 2018.
Dengan jumlah penduduk sekitar 8,5 juta jiwa, New York City termasuk salah satu kota paling beragam di dunia, dengan lebih dari 3 juta penduduk imigran yang membentuk sekitar 38 persen dari total populasi. (zarahamala/arrahmah.id)
