Memuat...

Asy-Syabaab Serang Ibukota Somalia Sepanjang Malam

Hanoum
Rabu, 29 Oktober 2025 / 8 Jumadilawal 1447 03:39
Asy-Syabaab Serang Ibukota Somalia Sepanjang Malam
Kendaraan militer Somalia dikerahkan untuk menghalau serangan Asy Syabaab di Mogadishu. [Foto: Youtube]

MOGADISHU (Arrahmah.id) -- Kelompok militan Asy-Syabaab melancarkan serangan besar-besaran di ibu kota Somalia, Mogadishu, pada hari Senin (27/10/2025). Pertempuran sengit selama berjam-jam terjadi dengan pasukan keamanan Somalia.

Dilansir Somalia Guardian (28/10), para militan menargetkan markas unit polisi khusus Haram'ad yang dilatih di Turki di distrik Kahda. Penyerangan itu dimulai sejak larut malam hingga Selasa dini hari.

Warga melaporkan adanya tembakan dan ledakan beruntun saat pasukan Somalia berupaya mengusir para penyerang.

Di sisi lain, militan Asy-Syabaab pun menyusup ke kompleks intelijen dekat istana presiden menggunakan kendaraan berisi bahan peledak, sehingga menerobos salah satu zona paling aman di kota itu.

Asy-Syabaab mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui medianya, Radio Andalus, dan secara terpisah mengumumkan telah melancarkan serangan lain di daerah Elasha Biyaha, di pinggiran ibu kota, yang menewaskan empat tentara dan perwira, serta melukai beberapa tentara lainnya.

Sebelumnya. Presiden Hassan Sheikh Mohamud, yang masa jabatannya hampir berakhir, berjanji pada tahun 2022 untuk melenyapkan Asy-Syabaab dalam beberapa bulan, tetapi kelompok tersebut terus melancarkan serangan dan pengeboman mematikan di seluruh ibu kota.

Kekerasan terbaru terjadi ketika pihak berwenang sedang gencar mempromosikan pesan peningkatan keamanan di Mogadishu, dengan baru-baru ini membuka kembali beberapa jalan utama dan menyatakan ibu kota aman.

Para pejabat juga memberlakukan pembatasan pergerakan kendaraan lapis baja, termasuk yang digunakan oleh politisi oposisi, dengan alasan perlunya mencegah penyalahgunaan.

Para pemimpin oposisi mengecam tindakan tersebut sebagai upaya untuk membahayakan mereka, menuduh pemerintah membiarkan mereka rentan terhadap serangan militan. (hanoum/arrahmah.id)