Memuat...

Asy Syabab Serang Penjara Pusat Somalia, Militer Klaim Pelaku Penyerangan Tewas Semua

Hanoum
Selasa, 7 Oktober 2025 / 16 Rabiulakhir 1447 07:04
Asy Syabab Serang Penjara Pusat Somalia, Militer Klaim Pelaku Penyerangan Tewas Semua
Militan Asy Syabaab menaiki Jeep sebelum menyerang Penjara Pusat Somalia. [Foto: Somali National Television]

MOGADISHU (Arrahmah.id) -- Kelompok militan Asy Syabab pada hari Ahad (5/10/2025) melancarkan serangan besar yang menargetkan Penjara Pusat di Mogadishu, ibu kota Somalia. Pemerintah federal Somalia mengonfirmasi bahwa serangan tersebut berhasil digagalkan dan seluruh militan yang terlibat tewas.

Menurut laporan dari pejabat keamanan dan saksi mata, serangan dimulai dengan ledakan bom bunuh diri menggunakan sebuah mobil yang menabrak gerbang utama penjara. Ledakan dahsyat tersebut membuka jalan bagi sejumlah pria bersenjata untuk mencoba menyerbu masuk ke dalam fasilitas penjara.

Baku tembak sengit segera terjadi antara para penyerang dengan penjaga penjara dan pasukan keamanan Somalia yang dengan cepat merespons insiden tersebut.

Menteri Informasi Somalia, Daud Aweis, dalam sebuah pernyataan resmi menegaskan bahwa situasi telah berhasil dikendalikan.

"Pasukan keamanan pemberani kami telah berhasil menggagalkan serangan teroris di Penjara Pusat Mogadishu," kata Aweis, dikutip dari CNBC (6/10). "Semua teroris yang terlibat dalam serangan itu telah dinetralkan."

Pemerintah belum merilis jumlah pasti penyerang yang tewas atau memberikan rincian mengenai kemungkinan korban dari pihak pasukan keamanan.

Penjara Pusat Mogadishu dikenal sebagai fasilitas yang menahan banyak anggota tingkat tinggi Asy Syabab dan militan lain yang telah divonis bersalah.

Upaya penyerbuan penjara untuk membebaskan anggota mereka merupakan taktik yang telah berulang kali digunakan oleh kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda tersebut.

Insiden ini sekali lagi menyoroti tantangan keamanan yang terus dihadapi pemerintah Somalia dalam perangnya melawan Asy Syabab, yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. (hanoum/arrahmah.id)