Memuat...

Bangladesh susun strategi baru hadapi krisis Rohingya

Althaf
Rabu, 20 Februari 2019 / 16 Jumadilakhir 1440 21:25
Bangladesh susun strategi baru hadapi krisis Rohingya
State Minister for Foreign Affairs M Shahriar Alam talking to reporters after his meeting with British Secretary of State for International Development and Minister for Women and Equalities Penny Mordaunt at the state guesthouse Padma in Dhaka’s Eskaton on Tuesday; February 19, 2019 Dhaka Tribune

DHAKA (Arrahmah.com) - Menteri luar negeri Bangladesh mengatakan pemerintahnya telah menyusun beberapa strategi baru setelah meninjau situasi keseluruhan untuk menangani pengungsi Rohingya ketika proses repatriasi terhenti.

"Kami telah menyusun beberapa strategi baru setelah meninjau berbagai hal dan anda akan segera melihat implementasi dari strategi tersebut," kata Mohammad Shahriar Alam setelah pertemuannya dengan Menteri Pembangunan Internasional Inggris Penny Mordaunt pada Selasa (19/2/2019).

Dia mengatakan pemerintah terlibat dalam forum multilateral dan dalam diskusi dengan negara-negara lain untuk menemukan solusi abadi bagi krisis tersebut.

Ini adalah kunjungan pertama menteri Inggris setelah pemerintah baru menjabat.

Dia menyampaikan bahwa Inggris berkomitmen untuk tetap menjadi "mitra yang teguh" bagi Bangladesh baik dalam ambisi Perdana Menteri Sheikh Hasina untuk negara yang makmur setelah pengangkatannya kembali untuk masa jabatan ketiga berturut-turut dan sebagai tanggapan terhadap krisis Rohingya termasuk kembalinya mereka secara aman dan bermartabat ke negara mereka sendiri, Myanmar.

Dia juga berjanji untuk melanjutkan dukungannya bagi para pengungsi Rohingya di Bangladesh dan juga komunitas tuan rumah.

Mordaunt mengunjungi kamp-kamp Kutupalong di Cox's Bazar untuk meninjau proyek-proyek yang didanai Departemen Luar Negeri Inggris untuk para pengungsi Rohingya dan masyarakat tuan rumah.

Mereka juga mengadakan pertemuan dengan Komisi Penanganan dan Repatriasi Pengungsi (RRRC) dan administrasi distrik Cox's Bazar dan membahas situasi kamp Rohingya di sana. (Althaf/arrahmah.com)