GAPYEONG (Arrahmah.id) - Hujan deras dan lebat di kawasan wisata Gapyeong, Korea Selatan, telah menyebabkan tanah longsor dan kerusakan luas yang telah mengubah wajah kota sejak Senin pagi (21/7/2025).
Dinas pemadam kebakaran kota Gyeonggi melaporkan bahwa dua orang tewas di Gapyeong sejauh ini, dan empat lainnya masih hilang.
Gambar yang dipublikasikan menunjukkan bahwa akibat banjir, rumah-rumah tertimbun lumpur, pohon-pohon tumbang, dan sungai yang meluap telah menghancurkan sebuah restoran setempat.
Ahn Gyeong-Bun, pemilik restoran yang hancur, mengatakan: "Tanah di bawah saya amblas, dan air (dari sungai) naik hingga ke leher saya. Untungnya, ada pipa besi di dekatnya. Saya berpegangan sekuat tenaga. Saya telah menjalankan restoran ini selama sepuluh tahun, dan apa ini? Beberapa lemari es hanyut oleh banjir. Apa yang harus saya lakukan sekarang?"
Hujan deras juga telah menyebabkan kerusakan luas bagi para pemilik ternak dan petani di wilayah Yesan, Korea Selatan, lansir Tolo News (21/7).
Seorang petani yang telah beternak di daerah tersebut selama lebih dari 35 tahun mengatakan banjir bandang melanda pertaniannya setelah hujan lebat, menyebabkan kerusakan parah.
Lee Hwan-beom, seorang petani, berkata: “Saya begadang semalaman di dalam mobil (bersama putra saya untuk melindungi sapi-sapi). Situasinya sungguh tak terbayangkan. Ketika air mengalir deras ke arah rumah, sapi-sapi itu berusaha mencari tempat berpijak di tengah banjir, menjulurkan leher mereka agar tetap bernapas dan menerjang air. Benar-benar kacau.”
Menurut Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korea Selatan, jumlah korban tewas di seluruh negeri telah mencapai 18 orang, dan 9 lainnya masih hilang.
Selain itu, lebih dari 4.000 kasus kerusakan properti publik dan pribadi juga telah dilaporkan.
Pejabat meteorologi Korea Selatan telah memperingatkan bahwa hujan deras akan terus berlanjut, dan risiko tanah longsor serta banjir masih ada di banyak wilayah negara tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)
