Memuat...

Banjir di Asia Menelan Korban Lebih dari 1.600 Jiwa, Indonesia Terdampak Paling Parah

Hanin Mazaya
Sabtu, 6 Desember 2025 / 16 Jumadilakhir 1447 18:29
Banjir di Asia Menelan Korban Lebih dari 1.600 Jiwa, Indonesia Terdampak Paling Parah
(Foto: Anadolu)

ACEH (Arrahmah.id) - Indonesia sedang berupaya memulihkan kehidupan normal di wilayah-wilayah terdampak paling parah setelah banjir dan tanah longsor parah di seluruh Asia menewaskan lebih dari 1.600 orang hingga Jumat (5/12/2025), sementara ratusan lainnya masih hilang, menurut laporan terbaru PBB.

Banjir, tanah longsor, badai, dan siklon yang belum pernah terjadi sebelumnya telah menimbulkan malapetaka di seluruh Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, India, dan Thailand, sementara pihak berwenang terus berjuang untuk menjangkau masyarakat yang terputus oleh jalan yang tersapu banjir dan infrastruktur yang hancur, seperti dilaporkan Anadolu (6/12).

Menurut PBB, tim-timnya telah dikerahkan di seluruh wilayah terdampak untuk mendukung operasi darurat yang dipimpin pemerintah dengan bantuan pangan, layanan kesehatan, dukungan air dan sanitasi, pengerahan tenaga medis, dan penilaian pemulihan dini.

“Kami terus memantau situasi dengan saksama dan tetap berhubungan erat dengan otoritas nasional,” ujar Juru Bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan di New York pada Kamis, seraya menambahkan: “PBB siap mendukung segala upaya yang sedang berlangsung.”

Dalam kunjungan ke Sumatra yang dilanda banjir pada Kamis, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengatakan pemerintah sedang mempercepat pengiriman bantuan dan perbaikan infrastruktur penting, lansir Antara News.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa banjir dan tanah longsor di Sumatra saja telah menewaskan 867 orang, dengan 521 orang masih hilang dan sekitar 4.200 orang terluka.

Lebih dari 3,2 juta orang telah terdampak banjir dan tanah longsor yang dahsyat, sementara lebih dari 1 juta penduduk yang mengungsi telah dipindahkan ke daerah aman di provinsi-provinsi yang dilanda banjir di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

Badan tersebut mengatakan alat berat telah dikerahkan untuk membuka kembali jalur akses dan menjangkau masyarakat yang terisolasi untuk mengirimkan bantuan penting.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PMD) Yandri Susanto mengatakan pada Kamis bahwa pemerintah sedang meningkatkan upayanya untuk memulihkan permukiman yang terdampak bencana karena ratusan bangunan masih rusak.

TNI juga telah mengerahkan unit komunikasi satelit Starlink untuk memulihkan konektivitas di wilayah terdampak banjir di Sumatera Barat.

Menurut The Jakarta Post, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq pada Rabu memperingatkan bahwa izin perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap banjir dan tanah longsor mematikan pekan lalu dapat dicabut.

Di Sri Lanka, jumlah korban tewas akibat Siklon Ditwah telah meningkat menjadi 607, dengan 214 orang masih hilang sejak badai melanda pada 17 November, menurut laporan Pusat Penanggulangan Bencana negara itu pada Jumat.

PBB mengatakan setidaknya 185 orang tewas di Thailand selatan, sementara 367 lainnya masih hilang. Empat kematian dilaporkan di India dan tiga di Malaysia akibat kondisi cuaca buruk. (haninmazaya/arrahmah.id)