AMMAN (Arrahmah.id) -- Kementerian Wakaf, Urusan Islam, dan Tempat-tempat Suci menyatakan bahwa Menteri Mohammad Al-Khalayleh telah mengeluarkan keputusan untuk menutup Asosiasi Pusat Studi dan Penelitian Imam Albani.
Dilansir Ammon News (14/10/2025), keputusan tersebut diambil setelah lembaga yang disebut-sebut sebagai markas kelompok Salafi itu kerap terlibat dalam kegiatan, pengajaran, dan penyebaran gagasan yang bertentangan dengan pemikiran keagamaan umum masyarakat Yordania.
Pemerintah menilai lembaga itu merusak prinsip-prinsip agama dan doktrinal, serta menyimpang dari tujuan pemberian izin kepada pusat tersebut.
Surat yang sampai kepada Ammon News menyatakan bahwa kegiatan lembaga tersebut dapat merusak persatuan nasional serta keberagaman budaya dan sosial, yang bertentangan dengan visi kementerian yang bertujuan untuk mempromosikan moderasi, toleransi, dan dakwah.
Keputusan tersebut berdasarkan ketentuan Pasal 16 huruf b Peraturan Islamic Center Nomor 107 Tahun 2020 dan rekomendasi Komite Perizinan Islamic Center. (hanoum/arrahmah.id)
